A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

6 WNA Ditetapkan Sebagai Tersangka Penculikan Warga Ukraina di Bali - Ntvnews.id

6 WNA Ditetapkan Sebagai Tersangka Penculikan Warga Ukraina di Bali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 21:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan kasus dugaan penculikan terhadap seorang warga negara Ukraina di Denpasar, Bali, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/Rolandus Nampu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan kasus dugaan penculikan terhadap seorang warga negara Ukraina di Denpasar, Bali, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/Rolandus Nampu. (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Kepolisian Daerah Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam perkara dugaan penculikan terhadap warga Ukraina, Ihor Komarav (28). Penetapan ini merupakan hasil pengembangan setelah polisi lebih dahulu mengamankan seorang WNA berinisial CH yang diduga berperan dalam penyewaan kendaraan bagi para pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy menjelaskan bahwa CH sempat berupaya melarikan diri ke wilayah Nusa Tenggara Barat sebelum akhirnya ditangkap. CH diketahui menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu.

“Awalnya kami mengamankan satu WNA berinisial CH yang berperan menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu. Dari hasil pengembangan, enam orang lainnya kami tetapkan sebagai tersangka, yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya pria dan warga negara asing,” kata Ariasandy di Denpasar, Jumat, 27 Februari 2026.

Perkara ini terungkap setelah rekan korban melaporkan dugaan penculikan tersebut kepada kepolisian. Laporan itu langsung ditindaklanjuti tim gabungan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah titik yang diduga dilintasi pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Dari hasil penelusuran, penyidik mengidentifikasi satu unit mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor yang dicurigai berkaitan dengan peristiwa tersebut. Mobil itu diketahui disewa oleh CH atas perintah pihak lain dengan imbalan Rp6 juta.

Baca Juga: Ini Peran WN Rusia yang Mau Rampok WN Ukraina di Bali

Data GPS kendaraan kemudian dianalisis hingga mengarah pada sebuah vila di wilayah Tabanan yang diduga menjadi lokasi korban merekam video siaran langsung.

Di vila tersebut, polisi menemukan bercak darah yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan forensik. Jejak darah serupa juga ditemukan di dalam mobil yang digunakan pelaku.

“Hasil identifikasi sementara menunjukkan darah di kendaraan dan di vila tersebut identik,” kata Ariasandy, yang juga pernah menjabat sebagai Kabid Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan temuan itu, penyidik memperluas penyelidikan guna mengidentifikasi penyewa vila serta pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian maupun di sekitar tempat korban menginap.

Ketujuh tersangka kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polda Bali menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dan motif di balik dugaan penculikan tersebut.

Baca Juga: Fakta-fakta Kasus Perampokan WN Ukraina oleh 9 Geng Rusia di Bali

Sebelumnya, Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu, 15 Februari 2026, saat berlatih mengendarai sepeda motor di kawasan tanjakan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Korban yang berada di posisi paling belakang bersama rekannya diduga diserang oleh orang tak dikenal. Rekannya berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Kuta Selatan.

Tidak lama berselang, beredar video siaran langsung yang memperlihatkan korban berada di sebuah vila dan meminta uang tebusan kepada keluarganya.

Hasil uji DNA terhadap bercak darah di lokasi dan di kendaraan yang digunakan pelaku menunjukkan kecocokan identik.

(Sumber: Antara) 

x|close