Warga Tolak Pembangunan Rumah Duka di Utan Jati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Feb 2026, 20:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Warga menolak pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi. Warga menolak pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi.

Ntvnews.id, Jakarta - Gelombang penolakan kembali mengguncang Kalideres. Ratusan warga RW 017 Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, turun ke jalan, Sabtu, 28 Februari 2026, menolak keras pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati.

Aksi ini bukan yang pertama. Ini jilid kedua dan suaranya makin lantang. Di tengah teriakan dan spanduk penolakan, warga menyampaikan ultimatum terbuka kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Mereka meminta proyek tersebut dihentikan permanen, bukan sekadar ditutup sementara.

“Pak Gubernur, ini rumah kami, masa depan anak-anak kami. Jika aspirasi kami tidak didengar, kami sepakat pada Pilgub tidak akan pilih bapak kembali!” kata Budi Switarno, perwakilan RW 017

Koordinator warga, Budiman Tandiono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar warga RW 012 dan RW 019 Pegadungan.

“Ini demonstrasi kedua. Kami akan terus kawal sampai pembangunan rumah duka Swarga Abadi dihentikan secara permanen,” tegasnya.

Menurut warga, sedikitnya enam RW terdampak langsung. Mereka menilai lokasi pembangunan berada di kawasan padat penduduk dikelilingi rumah warga di sisi depan, belakang, kiri, dan kanan.

Tak hanya soal lokasi, warga juga mempertanyakan legalitas proyek. Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap izin yang diterbitkan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata).

Budiman menyebutkan bahwa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) disebut telah keluar, namun warga meragukan kelengkapan dokumen lingkungan.

“Kalau benar PBG sudah terbit, mana AMDAL-nya? Mana UPL-nya? Ini kawasan padat penduduk. Tidak sesuai Perda. Bahkan ini dulunya fasum-fasos untuk olahraga dan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Warga meminta aparat penegak hukum memeriksa pihak-pihak yang menerbitkan izin. Mereka menduga ada kejanggalan dalam proses administrasi.

Sebelumnya, pemerintah kota disebut telah menutup sementara aktivitas pembangunan. Namun warga menilai itu belum cukup.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota atas responsnya. Tapi kami minta bukan ditutup sementara harus dihentikan selamanya,” kata Budiman disambut teriakan, “Setuju!”

Langkah warga tak berhenti di jalan. Mereka telah menyurati DPRD DKI Jakarta dan mengaku sudah diterima Fraksi PDIP, serta menunggu agenda di Komisi A.

Tak hanya itu, warga juga memberi sinyal tegas: sikap politik pada pemilihan mendatang bisa berubah jika aspirasi diabaikan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

TERKINI

40 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Iran

Luar Negeri Sabtu, 28 Feb 2026 | 21:50 WIB

KBRI Teheran: WNI di Iran Masih Dalam Kondisi Aman

Luar Negeri Sabtu, 28 Feb 2026 | 21:41 WIB

Warga Tolak Pembangunan Rumah Duka di Utan Jati

Nasional Sabtu, 28 Feb 2026 | 20:25 WIB

Iran Sebut AS dan Israel Langgar Piagam PBB

Luar Negeri Sabtu, 28 Feb 2026 | 19:54 WIB

Prabowo Tawarkan Diri jadi Mediator Perang AS-Israel dan Iran

Luar Negeri Sabtu, 28 Feb 2026 | 19:44 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sehat Usai Serangan AS-Israel

Luar Negeri Sabtu, 28 Feb 2026 | 19:41 WIB
Load More
x|close