IRCS: 201 Tewas dan 747 Terluka akibat Serangan AS-Israel di Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 04:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Serangan Iran Israel Serangan Iran Israel (Istimewa)

Ntvnews.id, Taheran - Sedikitnya 201 orang dilaporkan meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka di Iran akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, demikian pernyataan Iranian Red Crescent Society (IRCS).

"Sejauh ini, 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal," kata organisasi tersebut seperti dikutip oleh kantor berita Mehr News Agency, Minggu, 1 Maret 2026.

Tim penyelamat Iran mencatat bahwa serangan terjadi di 24 dari total 31 provinsi di negara tersebut.

Pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan telah melancarkan serangan ke Iran sekaligus menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.

Baca Juga: Ledakan Mengguncang Doha dan Dubai di Tengah Serangan Balasan Iran

Tak lama berselang, Amerika Serikat juga melakukan serangan terhadap sejumlah target Iran melalui operasi udara dan laut, menurut laporan Reuters pada Sabtu, 28 Februari 2026 yang mengutip seorang pejabat AS.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket ke Israel. Teheran menembakkan rudal serta drone ke arah Israel sebagai balasan atas agresi yang disebut dilakukan rezim Zionis terhadap Iran.

Serangan balasan Iran juga menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

TERKINI

Load More
x|close