Garda Revolusi Iran Ancam Balasan Besar atas Kematian Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 14:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan tekadnya untuk menghukum pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Teheran menegaskan bahwa respons yang diberikan akan keras dan membawa konsekuensi berat bagi musuh.

"Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP, Minggu, 1 Maret 2026.

Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa IRGC mengumumkan operasi balasan akan menyasar target militer dan keamanan milik Amerika Serikat serta rezim Zionis Israel secara luas. Serangan itu disebut akan menggunakan rudal yang lebih canggih dibandingkan yang dipakai dalam Operasi True Promise 3, dengan janji serangan yang lebih presisi dan menghancurkan.

Baca Juga: Media Iran Sebut Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia

Pasukan IRGC juga menyatakan kesiapan untuk menyerang posisi musuh, baik yang tetap maupun bergerak, di kawasan tersebut dengan rudal dan drone Iran. Sebelumnya, pada Sabtu malam, IRGC mengklaim kapal Amerika MST telah menjadi sasaran rudal Angkatan Laut Iran.

Serangan udara AS dan Israel sendiri dilaporkan menghantam kota-kota di 24 provinsi Iran, hanya dua hari sebelum perundingan di Wina terkait program nuklir Iran. Pertemuan yang dijadwalkan pada Senin merupakan putaran keempat negosiasi antara perwakilan Iran dan AS selama Februari.

Putaran ketiga berlangsung di Jenewa pada Kamis lalu, ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi yang bertindak sebagai mediator—menyampaikan adanya perkembangan positif dalam pembahasan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. <b>(Dok.Antara)</b> Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. (Dok.Antara)

Namun pada 28 Februari 2026, AS dan Israel tetap melancarkan serangan yang oleh Iran dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam. Teheran menyebut sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota menjadi sasaran.

Pada Minggu, 1 Maret 2026, Iran secara resmi mengonfirmasi kematian Ali Khamenei akibat serangan tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

x|close