Demonstrasi Meluas di Iran Usai Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 18:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jutaan warga Iran tumpah ruah ke jalan-jalan di berbagai kota. Jutaan warga Iran tumpah ruah ke jalan-jalan di berbagai kota. (tangkapan layar Instagram)

 

Ntvnews.id, Taheran - Demonstrasi merebak pada Minggu di seluruh Iran setelah pengumuman gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Peristiwa ini secara dramatis meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan memicu reaksi luas dari publik Iran. Warga turun ke jalan di berbagai kota untuk menanggapi berita kematian Khamenei.

Dilansir dari Anadolu, Minggu, 1 Maret 2026 menyebut bahwa para demonstran membawa bendera negara berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyuarakan kesedihan mereka.

Di Teheran, ratusan orang berkumpul di Lapangan Inkilap, mengibarkan bendera dan poster Khamenei, sambil meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk AS dan Israel. Di kota suci Qom, ratusan warga berkumpul di makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut. Sementara itu, di Mashhad, pelayat mengekspresikan duka dengan membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza, salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran, dan banyak yang terlihat meneteskan air mata di sekitar makam.

Baca Juga: Soal Rencana Prabowo Mediasi Iran–AS, Jusuf Kalla: Niat Baik, Tapi Situasi Jauh Lebih Besar

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas selama serangan AS-Israel, menyatakan bahwa "pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran." Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur resmi selama tujuh hari.

Pejabat setempat menyebut Khamenei sedang berada di kantornya di Teheran saat serangan pada Sabtu pagi terjadi, yang akhirnya menewaskannya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.  <b>(Antara)</b> Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara) Media pemerintah menolak klaim yang menyebut Khamenei bersembunyi di bawah tanah selama serangan, dengan menekankan bahwa dia "sedang menjalankan tugasnya, berada di tengah masyarakat" saat itu. Kematiannya digambarkan sebagai cerminan peran kepemimpinannya di publik sepanjang hidupnya.

Sumber-sumber Iran melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putrinya, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuannya, tewas dalam serangan tersebut.

Serangan ini juga menimbulkan korban sipil yang lebih luas, dengan laporan Bulan Sabit Merah Iran menyebut 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka.

x|close