China Kecam Pembunuhan Khamenei oleh Serangan Israel-AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (18/6/2025) mengatakanbahwa negaranya akan terus menanggapi serangan Israel dan tidak akan pernah berunding dengan Israel. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (18/6/2025) mengatakanbahwa negaranya akan terus menanggapi serangan Israel dan tidak akan pernah berunding dengan Israel. (ANTARA)

Ntvnews.id, Beijing - Serangan rudal Iran dilaporkan menghantam Beit Shemesh, Israel, dan menimbulkan korban jiwa. Aksi tersebut disebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Layanan darurat Magen David Adom (MDA) menyampaikan bahwa sedikitnya delapan orang meninggal dunia akibat serangan itu. Dalam pembaruan terbarunya, pihak MDA menyatakan:

“Tim MDA tambahan sedang merawat dan mengevakuasi 28 korban ke rumah sakit termasuk: 2 dalam kondisi serius, 2 dalam kondisi sedang, dan 24 dalam kondisi ringan,” sebut MDA, seperti dikutip dari Guardian, Minggu 1 Maret 2026.

Petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang diduga terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Pemerintah Cina atau Tiongkok menyatakan "mengutuk keras" pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei oleh AS dan Israel, serta kembali menyerukan penghentian aksi militer.

Baca Juga: Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara

“Pembunuhan itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran, penginjakkan terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB dan norma-norma dasar hubungan internasional," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

“Tiongkok dengan tegas menentang dan mengutuk keras hal ini,” tambah pernyataan itu, seraya menyerukan penghentian segera operasi militer.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei <b>(Dok.Antara)</b> Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Dok.Antara)

Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah media pemerintah Tiongkok melaporkan adanya percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Dalam percakapan yang menurut kantor berita Xinhua diinisiasi oleh Lavrov itu, Wang menyatakan bahwa “pembunuhan terang-terangan terhadap seorang pemimpin negara dan hasutan untuk perubahan rezim” oleh AS dan Israel adalah “tidak dapat diterima”.

TERKINI

Load More
x|close