A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Ini Kata Dubes Iran soal Niat Mediasi RI - Ntvnews.id

Ini Kata Dubes Iran soal Niat Mediasi RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 22:35
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi

menyampaikan apresiasinya atas itikad Pemerintah Indonesia yang membuka peluang untuk memediasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Meski demikian, hingga kini belum terdapat perkembangan nyata terkait rencana tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan adanya komunikasi dengan Kedutaan Besar Iran terkait wacana mediasi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

“Sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal itu dan kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” ujar Dubes Boroujerdi.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dan interaksi antarnegara tentu dimungkinkan, namun dirinya belum dapat memastikan apakah upaya mediasi akan terwujud atau membuahkan hasil.

“Apabila Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui update dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” kata Dubes Iran itu.

Sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog guna mendorong terciptanya kembali situasi yang aman dan kondusif.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu disebut sebagai yang kedua kalinya dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat, setelah aksi serupa pada Juni 2025.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS menjalankan operasi besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan menghilangkan ancaman yang, menurutnya, berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran pada Senin, 2 Maret 2026 melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari telah meningkat menjadi 555 orang.

Dalam keterangan yang dikutip Kantor Berita Fars, disebutkan bahwa serangan gabungan tersebut menyasar 131 wilayah permukiman di berbagai penjuru Iran. Pernyataan itu mengonfirmasi 555 korban jiwa, namun tidak memuat rincian mengenai jumlah korban luka.

(Sumber: Antara)

x|close