Ntvnews.id, Abu Dhabi - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memastikan akan menanggung seluruh biaya penginapan dan konsumsi wisatawan yang terjebak akibat penutupan wilayah udara. Kebijakan tersebut berlaku sampai operasional penerbangan kembali normal.
Dilansir dari The National, Selasa, 3 Maret 2026, jaminan itu disampaikan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) melalui surat edaran resmi kepada seluruh hotel di Abu Dhabi.
"Sehubungan dengan situasi saat ini, sejumlah tamu hotel telah mencapai jadwal check-out, tetapi tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kondisi di luar kendali mereka. Karena itu, hotel diminta memperpanjang masa inap para tamu hingga mereka bisa berangkat. Biaya perpanjangan masa tinggal tersebut akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi," pernyataan DCT Abu Dhabi.
Kebijakan ini sekaligus memperkuat pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) yang menyebut pemerintah menanggung biaya makan dan penginapan bagi ribuan penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan sebelum bandara dan wilayah udara ditutup total.
Baca Juga: 4 Orang Terluka dalam Insiden Terminal Bandara Dubai
GCAA memperkirakan sekitar 20.200 penumpang harus menjadwal ulang penerbangan mereka. Para penumpang tersebut telah memperoleh fasilitas penginapan sementara, makanan, minuman, serta bantuan pemesanan ulang tiket sesuai dengan rencana operasional darurat yang diterapkan.
Seluruh bandara di UEA ditutup pada Sabtu, 28 Februari 2026 sore setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu aksi balasan. Dalam serangan balasan itu, rudal dilaporkan melintas di atas kawasan Teluk, dan serpihan dari rudal yang berhasil dicegat disebut menyebabkan korban jiwa.
Dubai, 1 Maret (Xinhua) (Antara)
Tidak hanya pemerintah, sejumlah perusahaan swasta juga bergerak membantu. Arabnb Homes, perusahaan penyewaan rumah liburan, menyediakan beberapa unit apartemennya secara cuma-cuma bagi penumpang yang tertahan di Dubai.
Salah satu pendirinya, Hreshan Raheja, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah membantu enam hingga tujuh keluarga dan masih memiliki kapasitas untuk menerima wisatawan terdampak lainnya. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan para pelancong bukan sekadar tempat bermalam, melainkan juga rasa aman dan kepastian bahwa mereka tidak sendirian.
"Jika Anda terjebak di Dubai malam ini, kami membuka beberapa apartemen kami. Sepenuhnya tanpa biaya," kata Raheja.
Baca Juga: Pemerintah Jelaskan Impor Beras AS adalah Beras Khusus: Seperti Beras Jepang
Unggahan Arabnb Homes di media sosial menuai sambutan hangat dengan lebih dari 30.000 tanda suka. Raheja menyebut langkah tersebut menginspirasi sekitar 250 pemilik properti liburan lainnya di Dubai untuk ikut menyediakan penginapan gratis.
Inisiatif serupa juga dilakukan oleh perusahaan lain, seperti Danube Properties, yang menawarkan akomodasi tanpa biaya bagi penumpang yang tertahan di Dubai, dengan prioritas bagi keluarga yang membawa anak-anak serta lansia.
Di tengah ketidakpastian akibat situasi keamanan kawasan, solidaritas dari pemerintah dan sektor swasta ini menjadi penopang penting bagi ribuan wisatawan yang belum dapat melanjutkan perjalanan mereka.
Situasi di dalam Bandara Internasional Dubai (DXB). (Dok.Instagram)