Menteri PPPA Ajak Organisasi Keagamaan Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 13:27
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam upaya melindungi perempuan serta anak dari berbagai bentuk kekerasan, sekaligus memperluas pemberdayaan kelompok rentan.

"Ini merupakan momen penting bagi KemenPPPA dalam rangka membangun kolaborasi dan sinergi dengan organisasi keagamaan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI).

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

Selain menjadi mitra pemerintah, organisasi keagamaan juga menjadi tempat yang dipercaya masyarakat untuk mencari perlindungan, kasih sayang, serta dukungan moral.

Baca Juga: Soal Status WNA Anak Penerima LPDP, Ditjen AHU: Melanggar Hak Perlindungan Anak

"Pada momentum yang berbahagia ini saya berharap PWKI dapat terus menjadi garam dan terang dunia dengan menghadirkan karya nyata dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Teruslah hadir memberikan kekuatan dan harapan bagi seluruh perempuan, terutama mereka yang termarjinalkan, perempuan adat, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Sementara itu, Ketua DPP PWKI Deety Treisje Liow Mambo menegaskan komitmen organisasinya dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui pembentukan crisis center.

Baca Juga: Menteri PPPA Singgung Sistem Perlindungan Anak Terkait Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT

"PWKI bertekad membangun crisis center yang telah mulai dilaksanakan sejak bencana di Sumatera, kemudian berlanjut dalam penanganan bencana di Sulawesi Utara dan Jawa Barat. Upaya ini akan terus kami lakukan secara bergulir, karena penanganan kemanusiaan khususnya perempuan dan anak tidak bisa berhenti, melainkan harus terus berlanjut," kata Deety.

Ia berharap sinergi antara PWKI dan KemenPPPA yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi perempuan, anak, dan masyarakat yang membutuhkan.

(Sumber: Antara)

x|close