A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Konflik Timur Tengah: DPR Minta 58 Ribu Jemaah Umrah RI Diakomodasi Darurat - Ntvnews.id

Konflik Timur Tengah: DPR Minta 58 Ribu Jemaah Umrah RI Diakomodasi Darurat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 23:45
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Ilustrasi -Jamaah calon haji melakukan tawaf atau memutari Ka'bah seusai sholat subuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Arsip - Ilustrasi -Jamaah calon haji melakukan tawaf atau memutari Ka'bah seusai sholat subuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah memberikan akomodasi darurat terhadap 58.873 jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi. Ini dilakukan menyikapi konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri, berharap pemerintah mengambil langkah konkret terhadap kondisi para jemaah di sana. Ini guna menindaklanjuti penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan yang menyebabkan penundaan penerbangan massal.

"Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif agar pemetaan dan data jamaah yang terdampak agar segera menyediakan akomodasi darurat dan bantuan logistik," ujar Abidin, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya harus ada upaya pengalihan rute penerbangan alternatif dan skema evakuasi secara bertahap. Mesti ada antisipasi jika eskalasi di Timur Tengah bertambah luas.

"Komisi VIII akan terus mengawal dan mengikuti secara saksama perkembangan perang yang berkecamuk di timur tengah serta secara ketat memastikan keselamatan jamaah umrah agar kembali aman ke tanah air," tutur Abidin.

"Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jemaah terlantar serta mengimbau jemaah, pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Sebanyak 58.873 ribu anggota jemaah umrah Indonesia ada di Arab Saudi.

Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sekitar 58.873 anggota jemaah umrah Indonesia berada di Arab Saudi.

Para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diharapkan terus menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Kemenhaj terus berupaya menjamin keselamatan jemaah Indonesia dan mengimbau keluarga jemaah di Indonesia agar tetap tenang.

x|close