Vladimir Putin Tawarkan Jadi Mediator di Perang AS-Israel dan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 13:15
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa.) Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin angkat suara terkait konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kian memanas.

Melansor Reuters, Rabu 4 Maret 2026, Vladimir Putin menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat segera melakukan gencatan senjata guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sebagai sekutu dekat Iran, Rusia sebelumnya diperkirakan akan memberikan dukungan langsung terhadap Teheran menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu. Namun, Vladimir Putin mengambil langkah berbeda dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. <b>(Anadolu)</b> Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Anadolu)

Dalam pernyataan resmi yang diunggah akun media sosial Kementerian Luar Negeri Rusia, disebutkan bahwa pada 2 Maret 2026 Putin melakukan percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk akibat aksi saling serang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Donald Trump Cuek Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026

Mereka menilai, apabila konflik terus berkembang, dampaknya dapat sangat berbahaya, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global dan kondisi kemanusiaan di kawasan.

Rusia dan Arab Saudi sepakat bahwa perang tersebut harus diselesaikan melalui jalur politik dan diplomasi, bukan dengan memperluas aksi militer.

Dalam konteks itu, Mohammed bin Salman (MBS) disebut meyakini bahwa Vladimir Putin dapat memainkan peran penting sebagai penengah guna meredakan ketegangan.

Seruan ini menandai posisi Rusia yang cenderung mengambil langkah moderat di tengah konflik, sekaligus membuka peluang diplomasi baru di tengah situasi Timur Tengah yang semakin tidak menentu.

x|close