Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ditantang debat oleh Anggota DPR RI Adian Napitupulu. Ini buntut Teddy yang membantah pernyataan Adian, bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan.
Tantangan debat Adian direspons oleh Ketua Komisi III DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman.
Menurut Habiburokhman, sebaiknya Adian berdebat dengan dirinya sendiri. Sebab Adian sendiri lah yang turut menyetujui anggaran MBG di DPR.
"Daripada menantang debat Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, sebaiknya Adian Napitupulu menantang debat dahulu Ketua Badan Anggaran sekaligus rekan separtai beliau Buya Said Abdullah," ujar Habiburokhman, Rabu, 4 Maret 2026.
"Atau lebih menarik kalau Adian berdebat dengan dirinya sendiri selaku anggota DPR RI yang turut menyetujui APBN," imbuhnya.
Menurut Habiburokhman, Ketua Badan Anggaran yang juga kader PDIP, sama seperti Adian, Said Abdullah, telah membenarkan pernyataan Teddy soal anggaran MBG. Selain itu, semua fraksi di DPR, termasuk PDIP, juga sudah menyatakan dukungannya terhadap anggaran untuk MBG.
"Kita tahu bahwa Buya Said Abdullah secara jelas membenarkan pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya bahwa anggaran MBG dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah dan DPR sejak 2025 dan 2026, sebagaimana yang tertuang dalam APBN," papar dia.
"Seluruh fraksi bulat termasuk Adian Napitupulu menyetujui APBN tahun 2025 dan 2026, yang di dalamnya menganggarkan MBG," sambung Habiburokhman.
Lebih lanjut, Habiburokhman menceramahi Adian soal bagaimana menjadi seorang politikus yang baik. Ia menilai, politikus yang baik ialah yang tak cari panggung dengan berbagai cara.
"Nilai politisi ada pada keberpihakan kepada rakyat kecil serta konsistensi sikap dan ucapan, jangan karena nafsu cari panggung membuat kita membabi buta," tuturnya.
Secara faktual, kata Habiburokhman masuknya MBG di anggaran pendidikan memang memiliki alasan yang kuat. Yaitu, karena penerima MBG adalah siswa yang menjadi bagian terpenting dari sistem pendidikan.
"Selain itu tidak ada alokasi lebih penting yang dihapus untuk penganggaran MBG, yang ada adalah menghapus kegiatan-kegiatan tidak efisien dan rawan korupsi di sektor tersebut," jelas dia.
MBG, menurutnya adalah program terbaik dan sangat berguna untuk anak-anak Indonesia. Hal ihwal persetujuan anggaran, kata Habiburokhman sudah berlalu karena sudah disepakati.
"Tinggal sekarang kita awasi pelaksanaannya agar tidak terjadi penyimpangan," tandasnya.
Tangkapan layar - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam rapat kerja bersama pemerintah di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026. ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Agatha Olivia Victoria (Antara)