Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan pembaruan kepada publik mengenai situasi di Timur Tengah dalam konferensi pers dari 10 Downing Street.
Dalam pernyataannya, Starmer mengungkapkan bahwa empat jet tempur Eurofighter Typhoon akan dikirim ke Qatar untuk memperkuat pertahanan kawasan.
Baca juga:Iran Bentuk Badan Kepemimpinan Sementara 3 Orang Usai Wafatnya Ali Khamenei
Ia juga mengonfirmasi bahwa penerbangan evakuasi pertama warga negara Inggris baru saja lepas landas dari Muscat, Oman.
Starmer menegaskan dirinya fokus memberikan kepemimpinan yang tenang dan rasional demi kepentingan nasional di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.
Berbicara dalam konferensi pers tersebut, ia mengatakan telah memimpin rapat darurat Cobra pada Kamis pagi, 5 Maret 2026.
“Saya tahu masyarakat sangat khawatir terhadap keluarga dan teman mereka yang terjebak dalam situasi ini, juga terhadap dampaknya bagi kehidupan dan perekonomian kita, serta potensi eskalasi yang lebih besar. Sulit dipercaya bahwa sekali lagi kita melihat rudal dan drone jatuh, sementara warga sipil berada di garis tembak di berbagai wilayah,” ujarnya, dikutip dari Mirror UK.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Inggris berupaya meyakinkan publik mengenai langkah yang diambil di tengah situasi kawasan yang kacau.
“Fokus saya adalah memberikan kepemimpinan yang tenang dan berkepala dingin demi kepentingan nasional. Itu berarti mengerahkan kekuatan militer dan diplomatik kita untuk melindungi rakyat, serta tetap teguh pada nilai dan prinsip kita, apa pun tekanan yang ada,” kata Starmer.
Starmer juga menegaskan bahwa Inggris telah mempersiapkan kemungkinan konflik ini jauh sebelum serangan Israel dan Amerika Serikat dimulai.
Hal itu disampaikan setelah Inggris memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militernya, namun hanya untuk serangan yang bersifat defensif terhadap lokasi rudal Iran guna melindungi negara-negara di Timur Tengah.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Antara)