Ketegangan AS-Iran Memanas, IRGC Klaim Rudal Hantam Kapal Tanker Amerika di Teluk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu Ilustrasi - Rudal Israel serang Iran. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran melaporkan telah melancarkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker milik Amerika di kawasan Teluk. Serangan tersebut dikabarkan memicu kebakaran pada kapal yang menjadi sasaran.

Dilansir dari AFP, Jumat, 6 Maret 2026, Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dalam pernyataannya, seperti disiarkan televisi pemerintah Teheran, menyebut kapal tanker Amerika itu menjadi target serangan rudal di wilayah perairan Teluk.

"Kapal tanker AS itu 'terkena rudal di sebelah utara Teluk Persia'."

"Saat ini terbakar," sebut IRGC dalam pernyataannya, merujuk pada kapal tanker AS yang diserang pasukannya.

Hingga kini, klaim mengenai serangan rudal Iran terhadap kapal tanker Amerika tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen dari pihak lain.

Baca Juga: Dubes Iran: Ali Khamenei Telah Fatwakan Senjata Nuklir Haram

Peristiwa ini terjadi di tengah pengumuman IRGC yang menyatakan bahwa mereka kini menguasai sepenuhnya wilayah perairan Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak serta gas dunia.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas di kawasan perairan strategis tersebut berpotensi terkena serangan, baik dari rudal maupun drone yang mungkin melenceng.

Penutupan Selat Hormuz sendiri terjadi setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal serta drone yang menyasar berbagai target di Israel dan pangkalan militer Amerika di sejumlah negara Teluk.

Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py.  <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal militer Amerika Serikat di Samudra Hindia, yang berada ratusan kilometer dari wilayah Iran. Menurut klaim tersebut, sebuah kapal perusak Amerika yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dari kapal tanker Amerika di perairan itu menjadi sasaran rudal Ghadr-380 dan rudal Talaeieh.

Serangan tersebut disebut IRGC sebagai "serangan dahsyat" karena dilakukan terhadap target yang berada lebih dari 600 kilometer dari pantai selatan Iran.

Baca Juga: Dubes Iran: Ali Khamenei Telah Fatwakan Senjata Nuklir Haram

IRGC juga menyebut bahwa ketika kapal perusak AS sedang melakukan pengisian bahan bakar dari kapal tanker Amerika, rudal yang menghantam keduanya memicu kebakaran besar di kedua kapal militer tersebut. Insiden itu disebut menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat di langit di atas lautan.

Sejauh ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai klaim serangan yang disampaikan oleh Iran tersebut.

x|close