Kawasan Transmigrasi Salor Merauke Dilirik Peneliti China untuk Pengembangan Pertanian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 13:34
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Mentrans Iftitah bersama tim peneliti China National Rice Research Institute (CNRRI). Mentrans Iftitah bersama tim peneliti China National Rice Research Institute (CNRRI). (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Potensi sektor pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan, mendapat perhatian dari kalangan internasional. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara

menyebut bahwa wilayah tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan.

Hal itu disampaikan melalui unggahan di akun resmi Kementerian Transmigrasi yang menjelaskan bahwa pemerintah menerima berbagai masukan dari tim peneliti China National Rice Research Institute (CNRRI) yang sebelumnya telah melakukan pengamatan langsung di lapangan.

"Potensi pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke Papua Selatan mendapat perhatian internasional. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menerima masukan dari tim peneliti China National Rice Research Institute (CNRRI) yang telah melakukan pengamatan langsung di lapangan," demikian tertulis di keterangan foto yang diunggah akun resmi Instagram @kementrans.ri, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

Pemerintah menyatakan terbuka terhadap berbagai rekomendasi yang diberikan para peneliti tersebut guna mendorong pengembangan sektor pertanian di kawasan transmigrasi.

"Pemerintah menyambut baik berbagai rekomendasi, mulai dari penguatan kebijakan investasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan teknologi pascapanen untuk mendorong produktivitas pertanian di kawasan tersebut."

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan pertanian modern, termasuk dalam aspek teknologi, investasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Kementerian Transmigrasi juga membuka peluang kolaborasi Indonesia–Tiongkok dalam pengembangan pertanian modern, termasuk dukungan teknologi, investasi, serta peningkatan kapasitas SDM. Hasil produksi dari Papua Selatan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjangkau pasar regional seperti kawasan Pasifik dan global."

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap potensi pertanian di kawasan transmigrasi Salor dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia ke tingkat internasional.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Transmigrasi RI (@kementrans.ri)

x|close