Pemprov DKI Tutup Zona 4A TPST Bantargebang Usai Longsor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 12:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Longsor gunungan sampah Bantargebang Longsor gunungan sampah Bantargebang (DLH DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat dengan menutup sementara area Zona 4A di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat setelah terjadinya longsor gunungan sampah pada Minggu, 8 Maret 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan bahwa penutupan tersebut hanya berlaku di bagian yang terdampak longsor. Sementara operasional pengelolaan sampah tetap berjalan di zona lain agar layanan pengangkutan sampah dari Jakarta tidak terganggu.

"Sebagai langkah mitigasi, layanan di Zona 4A ditutup sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan operasionalnya, dialihkan ke Zona 3, serta disiapkan dua titik baru sambil dilakukan perapihan," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Baca Juga: Longsor 4 Tewas, Pramono Perketat Sampah Masuk ke TPST Bantargebang

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono Blak-blakan Potensi Longsor Susulan di Bantargebang

Insiden longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah.

Orang nomor satu di DKI tersebut mengungkapkan bahwa para korban terdiri dari dua sopir, seorang pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, serta seorang pemulung perempuan.

"Empat orang yang meninggal, dua orang sopir, satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi dua laki-laki, dua perempuan," tutup Pramono Anung.

x|close