Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terluka di Tengah Konflik dengan Israel dan Amerika Serikat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 09:57
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka akibat serangan di tengah konflik yang sedang berlangsung di negara tersebut. Informasi mengenai kondisi Mojtaba disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran yang menayangkan pengumuman resmi mengenai pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi.

Mojtaba, yang kini berusia 56 tahun, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Minggu (9/3/2026). Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada fase awal perang yang kini melanda Iran.

Dalam siaran yang sama, televisi pemerintah Iran menyebut bahwa Mojtaba telah mengalami luka selama konflik yang oleh pihak Iran disebut sebagai “Perang Ramadan”. Laporan tersebut juga menggunakan istilah “janbaz” untuk menggambarkan kondisinya, yang berarti seseorang yang terluka akibat serangan musuh.

Baca Juga: Hari Ini DPR Gelar Paripurna, Masuk Kembali Usai Reses

Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci bagaimana luka tersebut terjadi. Yang diketahui, pada hari pertama konflik, serangan Israel di Teheran menewaskan ayah Mojtaba serta istrinya.

Sementara itu, Israel sebelumnya telah menyatakan sikap keras terhadap siapa pun yang menggantikan posisi Ali Khamenei. Pemerintah Israel menegaskan akan “menyingkirkan” siapa saja yang mengambil alih kepemimpinan tersebut dan memperingatkan akan terus mengejar setiap penerusnya.

Pernyataan tersebut juga disampaikan melalui unggahan di platform X oleh militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), dalam bahasa Persia.

“Setelah menetralisir tiran Khamenei, rezim teroris Iran berusaha membangun kembali dirinya dan memilih pemimpin baru. Kami ingin memberi tahu Anda bahwa tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap penerus dan setiap orang yang berusaha menunjuk penerus.”

Di dalam negeri Iran, pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi disambut oleh kerumunan warga di ibu kota. Tayangan televisi pemerintah memperlihatkan massa memenuhi jalan-jalan Teheran sambil mengibarkan bendera dan meneriakkan dukungan.

“Allahu Akbar, Khamenei Rahbar” yang berarti “Allah Maha Besar, Khamenei adalah pemimpin,” teriakan massa.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp3.047.000 per Gram

Situasi ini berlangsung di tengah pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyinggung masa depan kepemimpinan Iran setelah pengangkatan Mojtaba.

Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (8/3/2026), Trump menyatakan bahwa pemimpin baru Iran akan menghadapi kesulitan mempertahankan kekuasaan jika tidak memperoleh dukungan dari Washington.

“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump kepada ABC News. “Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama. Kami ingin memastikan bahwa kami tidak perlu kembali setiap 10 tahun, karena Anda tidak memiliki presiden seperti saya yang tidak akan melakukan hal itu.”

Trump menegaskan bahwa sikap tersebut berkaitan dengan upaya mencegah konflik serupa di masa depan, khususnya terkait isu program nuklir Iran.

“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” tambahnya.

x|close