Ntvnews.id
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan percepatan pencairan tunjangan profesi menjadi perhatian pemerintah.
“Sesuai arahan Menag, pencairan TPG Pendidikan Agama menjadi perhatian kami. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan guru adalah prioritas pembangunan nasional,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan kesejahteraan para pendidik dapat terpenuhi dengan baik.
“Guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan kesejahteraan guru terpenuhi dengan baik. Pencairan tunjangan profesi ini merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan profesionalitas para guru,” lanjutnya.
Baca Juga: Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama pada Sekolah
Amien Suyitno juga menyampaikan bahwa pemerintah terus menyempurnakan sistem penyaluran tunjangan profesi agar semakin akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Pencairan TPG bagi guru pendidikan agama di sekolah dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa guru yang telah memenuhi persyaratan akan menerima haknya dengan baik,” jelasnya.
Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) M. Munir menambahkan bahwa tunjangan profesi diberikan kepada seluruh guru PAI yang telah memiliki sertifikat pendidik serta memenuhi ketentuan administrasi, termasuk mereka yang lulus PPG tahun 2025.
“TPG ini dicairkan untuk semua guru PAI yang sudah sertifikasi, termasuk lulusan PPG tahun 2025. Total ada 209.324 penerima, termasuk 91.028 Guru dan Pengawas PAI yang lulus PPG tahun 2025,” ujar Munir.
Selain guru PAI, tunjangan profesi tahun 2026 juga diberikan kepada guru pendidikan agama lainnya.
Tercatat 5.606 guru pendidikan agama Kristen non-ASN menerima TPG 2026, serta 9.893 guru pendidikan agama Kristen yang lulus PPG tahun 2025.
Untuk pendidikan agama Katolik, terdapat 12.400 penerima yang terdiri dari 8.568 guru ASN dan 3.832 guru non-ASN, termasuk 5.972 lulusan PPG tahun 2025.
Baca Juga: Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama pada Sekolah
Sementara itu, sebanyak 6.073 guru pendidikan agama Hindu menerima TPG 2026 yang terdiri dari 4.982 guru ASN dan 1.091 guru non-ASN, termasuk 3.684 lulusan PPG tahun 2025.
Adapun untuk pendidikan agama Buddha, terdapat 1.423 penerima tunjangan profesi yang terdiri dari 561 guru non-ASN dan 862 guru ASN, termasuk 512 guru yang lulus PPG tahun 2025.
Munir berharap pemberian tunjangan profesi ini dapat mendorong para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran mereka dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah.
(Sumber: Kemenag)
Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno (Kementrian Agama)