Ntvnews.id, Istanbul – Korea Utara menyatakan dukungannya terhadap penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran serta mengecam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Melalui pernyataan yang disampaikan media pemerintah, Pyongyang menyebut pihaknya menghormati keputusan Majelis Pakar Iran yang memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam pada 8 Maret.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan pemerintahnya menghormati hak rakyat Iran untuk menentukan pemimpin tertinggi mereka melalui mekanisme yang berlaku di negara tersebut.
Baca Juga: Kim Jong-Un: Korea Utara Siap Pasok Rudal ke Iran
Dalam pernyataannya, Korea Utara juga menyampaikan keprihatinan serius serta mengecam keras tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut Pyongyang, serangan tersebut merupakan tindakan agresi yang dinilai merusak fondasi perdamaian dan keamanan kawasan serta berpotensi meningkatkan ketidakstabilan global.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Baca Juga: Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut AS Bertindak Seperti “Gangster”
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan pesawat tanpa awak dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan delapan anggota militer AS.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA via REUTERS/pri. (via REUTERS/KCNA) (Antara)