Uni Eropa Kecam Serangan Terhadap Pasukan PBB di Lebanon, Desak Investigasi Menyeluruh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 14:02
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga melintas di dekat karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026). Praka Farizal, yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL, gugur akibat tembakan artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom) Warga melintas di dekat karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026). Praka Farizal, yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL, gugur akibat tembakan artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom) (Antara)

Ntvnews.id,  Moskow - Uni Eropa menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menargetkan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, blok-blok tersebut juga mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.

Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, pada Selasa, 31 Maret 2026 menegaskan sikap tegas tidak terhadap peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Kecam Indonesia dan Lebanon Serangan terhadap Pasukan UNIFIL, Total 3 Prajurit TNI Gugur

"Kami, Uni Eropa, mengecam serangan yang mengakibatkan kematian pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) dan melukai beberapa lainnya. Kami juga mengecam serangan yang menargetkan kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir," kata Anouni dalam konferensi pers Komisi Eropa.

Ia juga menyampaikan bahwa PBB telah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran atas rangkaian serangan yang dinilai serius tersebut.

“Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” katanya.

Baca Juga: Demokrat Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Kehilangan Besar

Uni Eropa kembali menegaskan dukungannya terhadap misi pemeliharaan perdamaian UNIFIL, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas di Lebanon.

Dalam perkembangan terkait, UNIFIL melaporkan seorang prajurit asal Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut meninggal dunia pada Minggu 29 Maret 2026, setelah sebuah proyektil menabrak pos tempatnya bertugas.

Sehari setelahnya, pada Senin 30 Maret 2026, dua personel UNIFIL kembali dilaporkan tewas akibat serangan terhadap kendaraan patroli mereka di wilayah Bani Haiyyan.

(Sumber: Antara)

x|close