Ntvnews.id,
Rancangan resolusi yang diajukan oleh Rusia itu tidak lolos setelah proses pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB.
Hasil voting menunjukkan empat negara memberikan dukungan, dua negara menolak, dan sembilan negara memilih abstain.
Negara yang mendukung yakni Rusia, China, Pakistan, dan Somalia. Sementara Amerika Serikat dan Latvia memberikan suara penolakan.
Menanggapi hasil tersebut, perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyampaikan kekecewaannya.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Puan Minta PBB Segera Bertindak
"Kami sangat kecewa," ujar perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia, seraya menyebut bahwa banyak anggota DK PBB tidak mampu menghimpun cukup kekuatan dan kebijaksanaan untuk mengesahkan naskah resolusi yang diusulkan negaranya.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah lebih dahulu mengesahkan rancangan resolusi lain yang berkaitan dengan krisis di Timur Tengah.
Ketegangan tersebut dipicu oleh serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026, serta serangan balasan Iran di berbagai wilayah di Timur Tengah.
Rancangan resolusi tersebut diajukan oleh Bahrain atas nama Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).
Baca Juga: Iran Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak Tegas Atas Serangan AS dan Israel
Dokumen itu disetujui dengan 13 suara mendukung dan dua abstain.
Isi resolusi antara lain mengecam serangan Iran terhadap negara-negara GCC dan Yordania, mendesak Iran segera menghentikan serangan tersebut, serta menyatakan tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius terhadap keamanan internasional.
Menanggapi resolusi tersebut, perwakilan tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyampaikan penolakannya.
"Perlu saya jelaskan: Resolusi ini merupakan ketidakadilan yang nyata terhadap negara saya, korban utama dari tindakan agresi yang terang-terangan. Kami menganggapnya tidak adil dan melanggar hukum, tidak sejalan dengan Piagam PBB dan hukum internasional," kata perwakilan tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani.
(Sumber: Antara)
DK PBB menolak rancangan resolusi tersebut, yang diajukan oleh Rusia, dengan empat suara mendukung, dua menolak, dan sembilan abstain. Rusia, China, Pakistan, dan Somalia memberikan suara mendukung, sementara Amerika Serikat (AS) dan Latvia menolak. (Antara)