Prabowo Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 17:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pendanaan Taman Nasional guna mencari sumber pembiayaan baru bagi pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Dalam rencana tersebut, adik Presiden, Hashim Djojohadikusumo, akan memimpin satgas tersebut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa dirinya bersama Mari Elka Pangestu akan menjabat sebagai wakil ketua dalam satuan tugas tersebut.

"Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil, beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu, ya," kata Raja Juli setelah bertemu Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga: Panggil Raja Juli, Prabowo Terima Laporan Terkait Penyelamatan Gajah dan Satgas Pembiayaan Taman Nasional

Raja Juli menjelaskan bahwa pembentukan satgas tersebut akan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) mengenai Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Menurutnya, langkah ini diambil karena pengelolaan taman nasional selama ini masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki puluhan kawasan taman nasional yang memerlukan dukungan pembiayaan lebih memadai agar dapat dikelola secara optimal.

"Seperti kita ketahui kita memiliki 57 taman nasional di Indonesia. Dan mohon maaf selama ini taman nasional dikelola dengan apa adanya, dan dengan pendanaan yang sangat minim sekali. Sehingga taman nasional kita menjadi cost center, menjadi biaya, ya. Sama sekali tidak menjadi profit center," ujarnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni <b>(NTVnews)</b> Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (NTVnews)

Menurut Raja Juli, konsep profit center yang dimaksud adalah bagaimana taman nasional dapat menghasilkan pendanaan sendiri, salah satunya melalui pengembangan ekowisata.

"Dalam pengertian profit center adalah bagaimana mendapatkan uang ya, pendanaan dari eco-tourism dan uang itu dikembalikan untuk memperbaiki taman nasional kita," lanjutnya.

Ia menilai ke depan pengelolaan taman nasional perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi beban anggaran negara, tetapi juga mampu menghasilkan sumber pendanaan yang digunakan kembali untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi.

"Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, yang sustain, termasuk melibatkan private sector, agar sekali lagi, Taman Nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia, ya. Hutannya terjaga, hutannya lestari, tapi saat bersamaan satwa yang menjadi kebanggaan kita, menjadi kekayaan negeri ini juga dapat dijaga dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Sadis! Aksi Perampokan SPBU di Bekasi hingga 5 Pegawai Disekap untuk Gasak Uang Rp130 Juta

Lebih lanjut, Raja Juli menyampaikan bahwa dari total 57 taman nasional di Indonesia, pemerintah berencana memilih tiga kawasan sebagai proyek percontohan pada tahap awal.

Salah satu kawasan yang dipertimbangkan menjadi pilot project adalah Taman Nasional Way Kambas di Provinsi Lampung.

"Mungkin akan ada 3 pilot project pertama yang akan kita lakukan dari 57 taman nasional. Pertama taman nasional Way Kambas. Duanya lagi sedang kita bicarakan, bisa jadi salah satunya adalah gunung, misalkan Rinjani, yang juga luar biasa indahnya. Namun selama ini, mohon maaf, belum dikelola dengan maksimal dan sebaik-baiknya," ujarnya.

Selain Way Kambas, kawasan Gunung Rinjani juga disebut sebagai salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan untuk menjadi proyek percontohan dalam program inovasi pembiayaan taman nasional tersebut.

x|close