Menhan Pastikan TNI Kirim Pasukan Bertahap untuk Misi Perdamaian ISF di Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 18:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison) Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengirimkan personel secara bertahap untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) dalam menjalankan misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Sjafrie menyampaikan bahwa pengiriman pasukan tidak dilakukan sekaligus mengingat jumlah personel yang cukup besar.

"Ya bertahap karena jumlahnya besar," kata Sjafrie saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pada awalnya TNI telah menyiapkan sekitar 20.000 prajurit untuk mendukung misi internasional tersebut. Namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, jumlah pasukan yang akan dikirim akhirnya disesuaikan menjadi sekitar 8.000 personel.

Baca Juga: Menhan Sebut Perwira Tinggi TNI Layak Duduki Jabatan Wakil Komandan ISF

"Ternyata negara-negara lain itu cuma ngirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya. Tapi yang paling penting bahwa kalau situasi tidak bertentangan dengan kepentingan nasional, kita lakukan pekerjaan," jelas Sjafrie.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum dapat memastikan waktu keberangkatan pasukan TNI menuju Gaza. Hal tersebut masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.

Baca Juga: Israel Tutup Seluruh Akses ke Gaza

Menurut Sjafrie, keputusan pengiriman juga menunggu langkah dari Board of Peace (BoP) serta kondisi geopolitik di kawasan yang sebelumnya sempat memanas.

Sembari menunggu situasi yang lebih kondusif, TNI akan terus menyiapkan personel agar selalu dalam kondisi siap jika sewaktu-waktu diperlukan untuk menjalankan misi tersebut.

"Kesiapan kita itu juga bagian daripada siaga operasional. Biasa kalau tentara itu ada siaga bencana, ada siaga taktis, ada siaga strategis," jelas Sjafrie.

(Sumber: Antara)

x|close