Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan terkait rencana serangan terhadap sejumlah perusahaan milik Amerika Serikat (AS). Dalam pengumuman tersebut, para pekerja di perusahaan-perusahaan terkait diminta segera meninggalkan lokasi kerja mereka.
"Karyawan perusahaan-perusahaan Amerika diminta untuk segera meninggalkan daerah-daerah ini. Daerah-daerah ini akan segera menjadi target Korps Garda Revolusi Islam," kata Garda Revolusi di situs web resmi mereka, dilansir dari AFP, Selasa, 17 Maret 2026.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik perusahaan yang menjadi sasaran. Namun, kantor berita Iran Tasnim News Agency mempublikasikan daftar target potensial melalui Telegram yang mencakup kantor perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia yang berada di negara-negara kawasan Teluk.
Baca Juga: Gubernur Bali Sebut Majelis Putuskan Takbiran di Rumah Jika Bertepatan dengan Nyepi
IRGC menyebut bahwa industri yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dapat menjadi target serangan dalam beberapa jam ke depan.
Pihak Iran juga mengingatkan warga sipil serta pekerja yang berada di sekitar lokasi industri tersebut untuk segera menjauh dari area tersebut guna menghindari potensi bahaya.
Dalam pernyataannya, IRGC tidak menjelaskan negara atau fasilitas tertentu yang akan menjadi sasaran. Namun, mereka mengisyaratkan bahwa lokasi-lokasi yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi Amerika Serikat berpotensi menjadi target serangan.
Peringatan tersebut muncul ketika konflik bersenjata yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya telah memasuki pekan ketiga, tanpa adanya tanda-tanda bahwa perang akan segera mereda.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)