Pramono: Enggak Akan Ada Operasi Yustisi, Jakarta Terbuka Bagi Siapa Saja untuk Datang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 11:39
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa tidak akan ada operasi yustisi pasca Lebaran 2026. Ia menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa saja yang ingin datang.

"Kami menegaskan bahwa Jakarta tidak akan ada operasi yustisia. Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk dating," ucap Pramono saat melepas peserta program mudik gratis Pemprov DKI di kawasan Monas, Selasa, 17 Maret 2026.

Meski membuka pintu bagi pendatang, Pramono mengingatkan masyarakat untuk tetap realistis dalam merencanakan masa depan di ibu kota. Ia mengimbau agar tidak mudah tergiur janji-janji yang tidak pasti.

Menurutnya, Jakarta memang menawarkan banyak peluang, namun tidak semua orang bisa langsung berhasil tanpa persiapan yang matang.

"Jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan pesan kepada para pemudik agar selalu menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan. Ia berharap momen mudik Lebaran dapat berlangsung lancar dan menjadi ajang mempererat hubungan keluarga di kampung halaman.

Bus mudik gratis Pemprov DKI di Monas, Selasa, 17 Maret 2026.  <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Bus mudik gratis Pemprov DKI di Monas, Selasa, 17 Maret 2026. (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Mudik Gratis DKI Jakarta: Pramono Lepas 744 Bus Angkut Ribuan Pemudik ke 20 Kota

"Siapa pun yang akan mudik ke kampung halamannya, mohon selama perjalanan tetap tertib, menjaga keamanan, kenyamanan," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Program Mudik Gratis 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 33.902 peserta diberangkatkan dari kawasan Monas. Program ini secara resmi dilepas oleh Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi mudik yang aman dan terjangkau.

Untuk mendukung kelancaran program, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 744 unit bus dengan kapasitas lebih dari 35 ribu penumpang untuk arus mudik dan balik. Tak hanya itu, tersedia juga layanan pengangkutan sepeda motor guna mengurangi risiko perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua.

x|close