Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons negara-negara sekutu yang dinilai kurang antusias dalam mendukung misi multinasional yang diusulkan Gedung Putih untuk mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
"Kami telah melindungi mereka dari berbagai ancaman luar yang mengerikan, tetapi mereka tidak terlalu antusias. Dan tingkat antusiasme itu penting bagi saya," ujar Trump dalam konferensi pers, Senin, 16 Maret 2026.
Trump menyebut sejumlah negara yang selama ini menjadi tuan rumah pasukan AS menolak membantu ketika diminta menyediakan kapal penyapu ranjau untuk misi tersebut.
Baca Juga: Tel Aviv Jadi Target Serangan, Pusat Ekonomi Israel Terancam
"Saya tidak memaksa mereka untuk setuju karena sikap saya adalah kami tidak membutuhkan siapa pun. Namun, ini menarik: saya hampir melakukannya dalam beberapa kasus, bukan karena kami membutuhkan mereka, melainkan karena saya ingin melihat bagaimana reaksi mereka," kata Trump.
Secara khusus, Trump juga menyoroti sikap Inggris dan menyatakan ketidakpuasannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menolak memberikan dukungan pada tahap awal konflik antara AS-Israel dan Iran.
"Saya sangat terkejut dengan Inggris, karena dua pekan lalu saya berkata kepada Inggris, 'Mengapa Anda tidak mengirimkan beberapa kapal ke sana?' Dan dia benar-benar tidak mau melakukannya," tutur Trump, sembari menyebut Inggris sebagai sekutu tertua AS.
Baca Juga: Inggris Bantu Rencana Buka Selat Hormuz, Tapi...
Ia bahkan mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, terutama terkait perlunya konsultasi internal sebelum mengambil langkah pengiriman kapal perang.
"Saya bilang, 'Anda tidak perlu mengadakan pertemuan dengan tim Anda, Anda adalah seorang perdana menteri, Anda bisa memutuskannya sendiri, mengapa Anda harus mengadakan pertemuan dengan tim Anda hanya untuk menentukan apakah Anda akan atau tidak mengirim kapal penyapu ranjau atau beberapa kapal untuk membantu kami?'" kata Trump, merujuk pada percakapan telepon dengan Starmer pada Minggu, 15 Maret 2026.
Di sisi lain, Trump mengklaim bahwa sejumlah negara sebenarnya telah menyatakan kesiapan untuk bergabung, meskipun tidak merinci negara mana saja yang dimaksud.
"banyak negara telah mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang dalam perjalanan," ujarnya.
Namun demikian, berbagai laporan media menyebutkan bahwa hingga saat ini para sekutu AS belum memberikan komitmen nyata atau bahkan memilih untuk tidak terlibat dalam misi tersebut.
Baca Juga: Trump: AS Tak Butuh Bantuan Negara Lain untuk Buka Selat Hormuz
"Sudah lama saya menjadi pengkritik tajam terhadap semua perlindungan untuk negara lain, karena saya tahu kami lah yang akan melindungi mereka. Dan jika suatu saat kami membutuhkan bantuan, mereka tidak akan ada di sana untuk kami. Saya sudah menyadari hal itu sejak lama," keluh dia.
Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa pasukan AS telah menenggelamkan seluruh kapal penebar ranjau milik Iran. Meski demikian, belum ada kepastian apakah Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, mengingat negara tersebut disebut masih memiliki kemampuan untuk menyebarkan ranjau menggunakan jenis kapal lain.
(Sumber: Antara)
Orang-orang bekerja di depang bangunan yang rusak di Teheran, Iran, pada 12 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)