Ntvnews.id,
Wakil Juru Bicara pemerintah Afganistan, Hamdullah Fitrat, menyebut serangan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menargetkan Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omid yang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat tidur.
Fasilitas tersebut diketahui diperuntukkan bagi pasien dengan masalah kecanduan narkoba.
"melakukan serangan udara sekitar pukul 21.00 malam ini di Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omid, sebuah fasilitas dengan 2.000 tempat tidur yang didedikasikan untuk perawatan kecanduan narkoba," kata Wakil Juru Bicara pemerintah Afganistan, Hamdullah Fitrat, di akun X.
Baca Juga: AS Selidiki Serangan Udara ke Sekolah Putri di Iran yang Tewaskan 168 Siswi
Ia menambahkan bahwa sebagian besar bangunan rumah sakit mengalami kerusakan parah dan menimbulkan kekhawatiran terhadap tingginya jumlah korban jiwa.
Selain korban tewas, sekitar 250 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara tim penyelamat masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
"ada kekhawatiran serius tentang tingginya jumlah korban jiwa."
Pemerintah Afganistan menuding Pakistan telah melanggar wilayah udara mereka dan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Kementerian Informasi Pakistan yang menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan justru menyasar target militer dan infrastruktur kelompok bersenjata.
Islamabad “secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris termasuk penyimpanan alat teknis dan penyimpanan amunisi Taliban Afganistan dan Fitna al-Khawarij dan Nangarhar (provinsi) yang digunakan untuk menyerang warga sipil Pakistan yang tidak bersalah,” kata Kementerian Informasi Pakistan.
"Ledakan amunisi yang disimpan setelah serangan yang digunakan oleh kelompok teror proksi juga sepenuhnya bertentangan dengan klaim palsu tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Afghanistan Tuduh Angkatan Udara Pakistan Serang Tangki Bahan Bakar Maskapai Kam Air
Di sisi lain, Juru Bicara pemerintah Afganistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan.
"tindakan yang bertentangan dengan semua prinsip yang diterima dan kejahatan terhadap kemanusiaan."
Ketegangan antara Afganistan dan Pakistan memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah insiden bentrokan di wilayah perbatasan yang menimbulkan korban jiwa di kedua belah pihak.
Data terbaru menunjukkan ratusan korban telah berjatuhan sejak akhir Februari, baik dari kalangan militer maupun warga sipil.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi jet tempur Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)