A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Motor yang Dipakai Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Milik Pegawai Swasta? - Ntvnews.id

Motor yang Dipakai Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Milik Pegawai Swasta?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 03:00
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Tangkapan layar)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi hingga kini masih terus menyelidiki pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Upaya pengungkapan secara scientific crime investigation atau pengungkapan tindak kejahatan secara ilmiah, ditempuh kepolisian.

Walau begitu, sejumlah fakta terkait kasus ini yang mereka peroleh, telah dibeberkan petugas dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026 kemarin.

Seiring dengan upaya pengungkapan polisi, beredar informasi bahwa identitas pemilik sepeda motor yang digunakan pelaku penyiraman, telah diketahui.

Kendaraan roda dua itu disebut milik seseorang yang beralamatkan di wilayah Ragunan, Jakarta Selatan. Ini tentunya selaras dengan keterangan polisi, yang menyebut bahwa salah satu pelaku kabur ke kawasan Ragunan, selain ke daerah Kalibata dan Bogor. 

Adapun berdasarkan informasi yang didapat, motor milik seseorang berinisial S. S merupakan seorang laki-laki. Walau begitu, motor ini berwarna merah. Ini tentunya berbeda dengan motor pelaku yang terekam CCTV dan videonya viral di media sosial. 

Diduga, motor merah tersebut merupakan motor yang dikendarai pelaku lainnya, atau di luar yang melakukan penyiraman air keras secara langsung terhadap korban.

Polisi sebelumnya memang menyebut bahwa ada dua motor yang diduga terlibat penyerangan Andrie, yang ditumpangi total empat orang. Motor yang ditumpangi eksekutor atau penyiram Andrie, berwarna hitam dan putih. Ini diketahui berdasarkan hasil rekaman CCTV yang beredar luas.

Diperkirakan, motor yang dimiliki S, ialah kendaraan yang ditumpangi oleh pelaku yang ikut menguntit korban.

Meski begitu, S bukanlah sosok yang 'terlatih'. Sebab, ia diketahui berprofesi sebagai pegawai swasta.

Walau begitu, segala kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja motor S dipinjam oleh pelaku, atau telah dibeli sebelumnya oleh kawanan penjahat tersebut, maupun kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Polisi sendiri telah berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, secara transparan dan profesional. Petugas pun berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus, paling lama dua hari sejak Senin kemarin.

"Selanjutnya kami akan menginfokan kembali perkembangan penanganan perkara ini secara berkala dalam waktu sekitar satu hingga dua hari ke depan sesuai dengan hasil proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan," tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibatnya ia mengalami luka bakar pada tubuhnya 20 persen.

Penyiraman air keras terjadi usai Andrie rekaman di podcast terkait militerisme yang digelar di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

Hasil penyelidikan sementara polisi, pelaku berjumlah empat orang yang menumpang dua sepeda motor. Ini diketahui berdasarkan hasil rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian dan terkait peristiwa tersebut. Ada 86 CCTV yang rekamannya diamankan polisi guna mengungkap kasus ini.

Para pelaku disebut polisi berasal dari wilayah Jakarta Selatan. Mereka lalu berkumpul dan selanjutnya bergerak, dari depan Stasiun Gambir.

Mereka kemudian melakukan penguntitan, hingga akhirnya melakukan penyiraman air keras ke korban di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026 malam.

Usai kejadian, dua motor pelaku berpencar ke arah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Para pelaku selanjutnya kabur ke kawasan Kalibata, Ragunan hingga Bogor.

x|close