NATO Desak Selat Hormuz Segera Dibuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mar 2026, 08:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte. Arsip - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte. (Antara)

Ntvnews.id, Brussel - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menegaskan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik.

Rutte menyampaikan bahwa negara-negara sekutu tengah berkoordinasi untuk menentukan langkah terbaik dalam memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut.

“Saya telah berkomunikasi dengan banyak sekutu. Kita semua sepakat bahwa selat ini harus dibuka kembali,” ujar Rutte dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Norwegia Tore O. Sandvik dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 20 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa para sekutu kini sedang membahas berbagai opsi dan bekerja secara kolektif untuk merumuskan solusi ke depan.

Selat Hormuz menjadi sorotan global setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menutup jalur tersebut bagi sebagian besar kapal sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Trump: Israel Tak Akan Serang Ladang Gas South Pars Jika Iran Tidak Membalas

Sebelum eskalasi konflik, sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat ini setiap hari. Gangguan terhadap jalur vital tersebut telah memicu lonjakan harga minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut sejumlah negara siap membantu membuka kembali jalur tersebut, meski tidak merinci pihak-pihak yang terlibat.

Namun demikian, beberapa negara Eropa seperti Jerman, Italia, Inggris, dan Belgia menolak mengirimkan pasukan angkatan laut, serta menegaskan tidak ingin terlibat secara militer dalam konflik yang kian memanas dengan Iran.

Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. <b>(Antara)</b> Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. (Antara)

Mantan Perdana Menteri Belanda itu juga menekankan bahwa Iran tidak boleh mengembangkan kemampuan nuklir maupun rudal balistik. Ia menegaskan komitmen NATO untuk memastikan ancaman tersebut dapat ditekan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang.

x|close