Ntvnews.id, Damaskus - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi keamanan di Suriah yang kini terdampak langsung oleh meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari AFP, Jumat, 20 Maret 2026, Utusan PBB untuk Suriah, Claudio Cordone, menyampaikan bahwa negara tersebut menghadapi ancaman ganda berupa aktivitas militer asing dan lonjakan pengungsi dalam jumlah besar.
Dalam laporannya, Cordone mengungkapkan bahwa wilayah udara Suriah mengalami gangguan signifikan akibat berbagai operasi militer. Salah satu risiko yang muncul adalah jatuhnya puing-puing dari hasil intersepsi rudal dan drone, terutama yang berkaitan dengan aktivitas militer Iran di kawasan tersebut.
Baca Juga: Menlu Iran Kritik Macron soal Sikapnya Atas Serangan AS Terhadap Infrastruktur Energi
Selain itu, serangan udara yang dilakukan Israel di Lebanon turut memicu krisis kemanusiaan baru di perbatasan Suriah. Data PBB mencatat sekitar 140.000 orang telah menyeberang ke wilayah Suriah untuk mencari perlindungan dari serangan tersebut.
Menanggapi situasi yang semakin memburuk, PBB mendesak Israel agar menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah. Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya mematuhi ketentuan dalam Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.
Lebih lanjut, PBB menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri dari tindakan militer yang berpotensi memperparah ketidakstabilan kawasan serta menghambat proses transisi politik di Suriah. PBB juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik regional dapat memperburuk krisis kemanusiaan dan keamanan yang telah lama berlangsung di negara tersebut.
Ilustrasi - Bendera PBB. (ANTARA/Anadolu)