Jepang Siap Dukung Operasi di Selat Hormuz, AS Soroti Peran Sekutu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 21:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera negara Jepang dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera negara Jepang dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Utusan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyampaikan bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menunjukkan komitmen untuk mengerahkan sebagian kekuatan angkatan lautnya dalam operasi di Selat Hormuz.

"Karena begitu banyak energi yang dikirim ke Eropa melalui selat tersebut, Perdana Menteri Jepang baru saja berkomitmen untuk mengerahkan sebagian angkatan lautnya, dan 80 persen dari energi yang keluar dari Teluk dikirim ke Asia," kata Waltz dalam sebuah wawancara dengan CBS News.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut mencerminkan dukungan sekutu terhadap kepentingan global, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

"Jadi, kami melihat sekutu kita berbalik arah sebagaimana mestinya, tetapi pada saat yang sama, presiden (Donald Trump) tidak akan mentolerir rezim ini, karena telah mengancam dan mencoba selama lima dekade untuk menyandera pasokan energi dunia," tambahnya.

Baca Juga: Hubungan Iran-Jepang Makin Mesra

Di sisi lain, pemerintah Jepang juga membuka kemungkinan pengerahan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz, terutama jika tercapai gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menilai kemampuan teknologi Jepang dalam bidang tersebut berada pada level tertinggi dunia.

"Teknologi penyapu ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia. Katakanlah (jika terjadi) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," kata Motegi, merujuk pada potensi pengerahan SDF.

Meski demikian, Motegi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada komitmen resmi yang mengikat dari pihak Jepang terkait rencana tersebut.

Motegi, yang menghadiri pembicaraan puncak Jepang-AS di Washington Kamis lalu, mengatakan bahwa "tidak ada janji khusus" yang dibuat dan tidak ada masalah yang memerlukan pertimbangan lebih lanjut di Tokyo.

Baca Juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Situasi di kawasan semakin memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Bagi Jepang, stabilitas Selat Hormuz menjadi sangat penting karena sekitar 90 persen impor minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melewati jalur tersebut. Kondisi ini membuat keterlibatan Jepang dalam menjaga keamanan jalur energi global menjadi perhatian strategis.

(Sumber: Antara)

x|close