AS–Iran Dijadwalkan Berdialog di Pakistan, Bahas Rudal hingga Jaminan Keamanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 09:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar pertemuan diplomatik pada akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam wawancaranya dengan harian Italia Corriere della Sera, Grossi mengungkapkan bahwa pembahasan kali ini tidak hanya terbatas pada isu nuklir, tetapi juga akan mencakup berbagai topik strategis lain yang lebih luas.

Topik yang akan dibicarakan meliputi program rudal, kelompok milisi yang memiliki keterkaitan dengan Iran, serta jaminan keamanan bagi negara tersebut.

Baca Juga: Iran Mau Bentuk Aliansi Militer Timur Tengah Tanpa AS dan Israel

"Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran," kata Grossi.

Ia juga menilai adanya peluang tercapainya solusi sementara dalam perundingan tersebut, meskipun tidak harus melalui pendekatan militer.

Lebih lanjut, Grossi menjelaskan adanya opsi diplomasi alternatif yang membuka kemungkinan penerapan dua langkah sekaligus.

Pertama, penghentian sementara aktivitas pengayaan uranium karena situasi politik, militer, dan tingkat kepercayaan yang dinilai belum kondusif. Kedua, isu tersebut akan kembali dibahas dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga: Iran Tak Percaya AS dalam Perundingan, Sebut Pernah Tertipu

Di sisi lain, konflik di kawasan masih terus memanas. Serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan berlangsung sejak 28 Februari. Serangan tersebut disebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah kawasan lain, seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta turut memicu gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan internasional.

(Sumber: Antara)

x|close