Ntvnews.id, Washington - Iran dilaporkan meminta Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari potensi kesepakatan damai. Informasi tersebut disampaikan oleh Reuters yang mengutip sejumlah sumber.
Menurut sumber-sumber tersebut, sikap Iran itu telah disampaikan pada pertengahan Maret. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Hizbullah telah memperoleh jaminan dari Teheran bahwa upaya gencatan senjata di Lebanon akan dimasukkan dalam kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Trump Klaim Negosiasi AS–Iran Berlanjut, Teheran Bantah Ada Perundingan
Sumber dari Iran juga mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah mempertimbangkan proposal perdamaian dari Washington selama sekitar satu bulan, yang mengindikasikan bahwa Iran belum menolak tawaran tersebut.
Pada awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran berlangsung “sangat positif dan produktif” selama akhir pekan. Ia juga menyatakan bahwa rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran ditunda, serta berharap kemajuan dapat dicapai dalam lima hari ke depan.
Baca Juga: AS–Iran Dijadwalkan Berdialog di Pakistan, Bahas Rudal hingga Jaminan Keamanan
Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS. Pihaknya menegaskan bahwa mereka hanya menerima pesan yang mencerminkan keinginan Washington untuk membuka jalur dialog.
(Sumber: Antara)
Warga mencari perlindungan di distrik Dahieh, Beirut selatan, Lebanon, pada 19 Maret 2026 setelah Israel membombardir yang diduga lokasi-lokasi Hizbullah di Lebanon. /ANTARA/Bruno Thevenin/Anadolu/pri. (Antara)