Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa, 24 Maret 2026 menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung. Pernyataan tersebut muncul meskipun pihak Teheran sebelumnya membantah adanya perundingan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Trump mengungkapkan sejumlah pejabat yang disebut terlibat dalam proses diplomasi tersebut, antara lain Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner.
Dalam keterangannya kepada media di Gedung Putih, Trump juga menyebut bahwa pihak Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Survei: Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke 36 Persen
"Mereka berdiskusi dengan kami dan apa yang mereka sampaikan masuk akal," kata Trump, ketika ditanya apa yang membuatnya mempertimbangkan diplomasi dengan Iran.
Ia turut mengklaim bahwa Iran telah memberikan “hadiah yang sangat besar, bernilai tinggi” kepada Washington, meski tidak merinci bentuknya.
"Mereka memberikannya kepada kami, dan mereka bilang akan memberikannya, jadi bagi saya itu berarti satu hal yaitu kami sedang berurusan dengan orang-orang yang tepat. Hadiah tersebut berkaitan dengan minyak dan gas, berkaitan dengan aliran ke selat," tutur dia, seraya merujuk pada Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia.
Sementara itu, laporan dari CNN yang mengutip sumber dari Iran menyebutkan bahwa upaya komunikasi antara Washington dan Teheran memang telah dilakukan. Iran disebut bersedia mempertimbangkan berbagai usulan yang bersifat “berkelanjutan” guna mengakhiri konflik.
Baca Juga: AS Tekan Iran untuk Terima Kekalahan, Trump Ancam Serangan Lebih Keras
Sebelumnya, pada Senin, 23 Maret 2026, Trump menyatakan bahwa pihaknya telah mencapai poin-poin kesepakatan utama dalam perundingan akhir pekan lalu.
Namun, ia tidak mengungkap identitas pihak Iran yang terlibat, hanya menyebut telah berbicara dengan seorang tokoh penting dari negara tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat. Bantahan tersebut juga dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
(Sumber: Antara)
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj) (Antara)