Iran Perkuat Pertahanan Pulau Kharg, Antisipasi Operasi AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 12:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang pekerja minyak Iran sedang mengerjakan jalur pipa minyak di Pulau Kharg di Teluk Persia, Iran selatan, Selasa (23/2/2016). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa Arsip foto - Seorang pekerja minyak Iran sedang mengerjakan jalur pipa minyak di Pulau Kharg di Teluk Persia, Iran selatan, Selasa (23/2/2016). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Iran dilaporkan meningkatkan kesiapan pertahanannya di Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir dengan memasang ranjau serta menambah pasukan dan sistem pertahanan udara guna mengantisipasi kemungkinan operasi darat oleh Amerika Serikat.

Laporan CNN, Rabu, 25 Maret 2026, yang mengutip sumber intelijen AS, menyebut langkah tersebut mencakup penempatan sistem pertahanan udara portabel serta ranjau anti-personel dan anti-lapis baja di sekitar pulau, termasuk di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi titik pendaratan pasukan Amerika.

Sumber tersebut juga menyatakan CENTCOM terus memantau pulau tersebut untuk mendeteksi perubahan di lapangan, termasuk indikasi pemasangan jebakan.

Baca Juga: Iran Ajukan 5 Syarat Tegas untuk Akhiri Perang dengan Amerika-Israel, Apa Saja?

Sebelumnya, pada Jumat, 20 Maret 2026, media Axios melaporkan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan opsi untuk memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan mengambil alih Pulau Kharg.

Kemudian, pada Minggu, 22 Maret 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa semua opsi tetap terbuka, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan ke pulau tersebut.

Baca Juga: Angkatan Laut Inggris Pimpin Operasi Koalisi Bebaskan Selat Hormuz,

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada 28 Februari 2026 hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close