Ntvnews.id, Jakarta - Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam, melibatkan KA Argo Anggrek dan KRL Commuter Line. Insiden tersebut mengakibatkan 14 korban meninggal dunia. Semua korban tewas merupakan wanita, karena gerbong yang ditabrakan merupakan gerbong khusus perempuan. Total korban luka diketahui sebanyak 84 orang yang dirawat di beberapa rumah sakit.
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB saat KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir menuju Surabaya. Kemudian pada pukul 20.52 WIB, KRL dengan kode 5181B tujuan Jakarta menabrak taksi Green SM yang mogok di perlintasan Jalan Ampera. Tak lama berselang, KRL lain dengan kode 5568A tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Puncak kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang berada di jalur tersebut. Benturan keras menyebabkan lokomotif kereta jarak jauh masuk hingga ke bagian gerbong belakang KRL, sehingga menimbulkan kerusakan parah dan menjebak sejumlah penumpang di dalam rangkaian.
Presiden Prabowo Subianto atas nama pemerintah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Prabowo mendatangi para korban di rumah sakit dan memastikan seluruh korban selamat mendapat penanganan yang baik.
Berikut Infografiknya:
Tabrakan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, dan menimbulkan korban jiwa serta puluhan lainnya luka-luka. (Antara)
Tabrakan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, dan menimbulkan korban jiwa serta puluhan lainnya luka-luka. (Antara)