Hanania Travel Digeruduk Jemaah, Tuntut Refund 100 Persen Usai Penundaan Mendadak H-10

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 13:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Hanania Travel Hanania Travel (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus Hanania Group kembali memicu sorotan setelah aksi protes jemaah mencuat ke publik. Situasi memanas ketika sekelompok orang yang diduga sebagai jemaah mendatangi langsung kantor Hanania Travel, menuntut kejelasan atas pembatalan perjalanan serta meminta pengembalian dana 100 persen tanpa potongan.

Peristiwa ini berawal dari program umroh yang ditawarkan pada awal 2026. Salah satu jemaah melalui akun Instagram @beknisaofficial mengungkap dirinya mendaftar pada 29 Januari 2026 untuk paket Umroh Syawal dengan tambahan destinasi Dubai dan Al Ula.

“29 Januari 2026 mendaftar lewat travel umroh Hanania dengan program Umroh Syawal Dubai dan Al Ula,” tulis akun IG @beknisaofficial,

Jemaah tersebut merupakan pekerja migran Indonesia di Hongkong yang bahkan pulang ke Indonesia demi persiapan ibadah. Namun, situasi mulai berubah ketika konflik di Timur Tengah memanas pada awal Maret. Kekhawatiran jemaah meningkat, tetapi pihak travel saat itu masih menyatakan jadwal tetap berjalan.

“1 Maret 2026 konflik timur tengah memanas, jamaah menanyakan kabar melalui grup, pihak travel menjawab program umroh masih on schedule.”

Baca Juga: Iran Perkuat Pertahanan Pulau Kharg, Antisipasi Operasi AS

Komunikasi serupa kembali disampaikan pada 9 Maret 2026, yang membuat jemaah tetap melanjutkan persiapan, termasuk mengatur cuti kerja.

“Masih menunggu issued dari wholesale mereka dan masih on schedule,” tulis akun Instagram @beknisaofficial.

Namun, situasi berubah drastis pada 18 Maret 2026. Pihak travel secara mendadak menunda keberangkatan hanya 10 hari sebelum jadwal.

“Pihak travel menunda keberangkatan jamaah umroh pada H-10, diberi pilihan reschedule atau refund,” ungkapnya.

Keputusan ini memicu kebingungan karena tidak disertai penjelasan rinci. Komunikasi di grup jemaah dinilai tidak efektif, bahkan respons admin dianggap lambat.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang, Pria Ditemukan Tewas Terkubur di Lahan Kosong Cikeas

Polemik semakin berkembang saat muncul informasi terkait skema refund yang disertai potongan biaya. Dalam pertemuan daring antarjemaah, beredar tabel penalti yang menunjukkan adanya dana yang tidak dikembalikan.

“Terdapat tabel nominal penalti yang merupakan uang yang tidak kembali dan nominal refund adalah uang yang dikembalikan.”

Ketidakjelasan ini memicu kekecewaan luas. Keluhan jemaah pun meluas ke media sosial. Salah satu unggahan yang menjadi perhatian datang dari pengguna bernama ellizawulan.

“Gila banget kita lagi diskusi terkait uang jamaah langsung di-end meeting, benar-benar tidak punya adab. H- beberapa jam sebelum berangkat tiba-tiba dapat info tiket gagal issued.” ujarnya.

Rangkaian peristiwa ini mendorong jemaah mengambil langkah langsung dengan mendatangi kantor travel. Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan, dengan tuntutan utama yang sama: pengembalian dana secara penuh tanpa potongan.

x|close