Ntvnews.id, Bandarlampung - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menargetkan pembangunan pagar pembatas atau barrier di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dapat diselesaikan dalam waktu empat bulan.
"Pembangunan pembatas ini bukan memisahkan antara satwa liar seperti gajah dengan masyarakat, melainkan menjaga agar semua tetap hidup berdampingan serta saling berdampak positif," ujar Raja Juli Antoni di Lampung Timur, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk mengatasi interaksi negatif antara satwa liar, khususnya gajah, dengan masyarakat sekitar kawasan taman nasional, sekaligus sebagai langkah pembenahan pengelolaan kawasan konservasi.
Baca Juga: Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah
"Taman nasional di seluruh Indonesia jumlahnya ada sebanyak 57 lokasi, dan ini semua kaya akan keanekaragaman hayati yang harus dijaga. Pembangunan pembatas di Taman Nasional Way Kambas ini kita selesaikan dalam waktu empat bulan. Tidak perlu bertahap sampai bertahun-tahun, tapi program ini harus selesai sesuai waktu yang ditentukan sekitar empat sampai lima bulan paling lama akhir tahun," katanya.
Menurutnya, keberadaan pagar pembatas ini diharapkan dapat melindungi lahan pertanian dan kebun warga, serta mencegah terjadinya korban jiwa akibat konflik manusia dan satwa liar.
"Dan yang pasti Taman Nasional Way Kambas akan menjadi taman nasional yang benar-benar hutan serta satwanya terjaga dengan baik dengan berbagai keanekaragaman hayati, karena di sini ada harimau, badak, tapir, dan berbagai satwa lainnya. Dan gajah ini menjadi salah satu hewan kesayangan Presiden," ucap dia.
Baca Juga: Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Tesso Nilo, Dorong Pemulihan Habitat Gajah Sumatera
Ia menegaskan bahwa pembangunan barrier ini dirancang sebagai solusi jangka panjang yang tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
"Pada intinya, perintah Presiden agar ini menjadi solusi yang permanen, dan tidak menimbulkan masalah baru. Tadi sudah ada masukan dari masyarakat, semua sudah didengar, pengalaman budaya lokal akan diterapkan. Bahkan nanti desainnya juga sangat lokal, sesuai Budaya Lampung. Sebab kami berharap ini akan berkelanjutan, sehingga konflik satwa manusia tidak akan pernah terjadi lagi," tambahnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat memeriksa daya tahan serta kekuatan pagar pembatas gajah di Taman Nasional Way Kambas. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi (Antara)