Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu perubahan signifikan pada lalu lintas energi dunia. Selat Hormuz kini tidak lagi sepenuhnya terbuka, setelah Iran memberlakukan pembatasan selektif terhadap kapal tanker yang melintas.
Kebijakan ini muncul usai eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Meski sempat ditutup, jalur vital tersebut kini kembali dibuka secara terbatas, namun hanya untuk negara tertentu yang dianggap bukan bagian dari blok lawan Teheran.
Laporan dari perusahaan intelijen maritim Windward mengungkap bahwa pada pertengahan Maret 2026, sejumlah kapal berhasil melintasi perairan Iran melalui rute yang telah disetujui.
"Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,"
Baca Juga: Kondisi Terkini Pasca Bus Jemaah Umrah Indonesia Hangus Terbakar di Arab Saudi
Berikut daftar negara yang kapalnya mendapat izin melintasi Selat Hormuz:
1. Pakistan
Salah satu kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang telah disetujui Iran. Kapal tersebut termasuk kategori Aframax, yang umum digunakan untuk distribusi minyak jarak menengah.
2. India
Dua kapal tanker pengangkut LPG milik India berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan tujuan setelah adanya komunikasi bilateral dengan Teheran.
3. Turki
Otoritas Iran memberikan izin khusus kepada kapal Turki yang sebelumnya berada di sekitar wilayah perairannya, setelah mendapatkan persetujuan langsung dari pemerintah Iran.
4. China
Iran menjamin kapal-kapal China, termasuk tanker energi, tetap dapat melintas. Meski demikian, sempat terjadi penundaan keberangkatan dua kapal berbendera China tanpa penjelasan resmi.
Baca Juga: Menlu Iran: Lebih dari 600 Sekolah Rusak di Tengah Serangan AS-Israel
5. Spanyol
Dari kawasan Eropa, Spanyol menjadi satu-satunya negara yang telah memperoleh sinyal izin dari Iran. Keputusan ini disebut terkait sikap Spanyol yang dinilai tidak terlibat dalam konflik melawan Teheran.
6. Malaysia
Pemerintah Malaysia mengonfirmasi bahwa kapal tanker mereka diizinkan melintas, sembari terus mengupayakan kepulangan kapal dan awak yang sempat tertahan.
7. Indonesia
Dua kapal tanker Indonesia yang sebelumnya tertahan akhirnya mendapat lampu hijau untuk keluar dari Selat Hormuz setelah proses komunikasi diplomatik intensif antara Jakarta dan Teheran.
Selain daftar utama, laporan juga menyebut kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh termasuk yang diperbolehkan melintasi jalur tersebut dengan aman.
Negara yang Tidak Diizinkan
Sebaliknya, Iran menegaskan bahwa kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang dianggap sebagai sekutu dalam konflik tidak diberikan akses melintas.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi keamanan nasional di tengah konflik yang masih berlangsung.
Sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas global. Pembatasan selektif ini pun langsung berdampak pada stabilitas energi dan rantai pasok internasional.
Dengan sistem “izin terbatas” ini, Iran pada dasarnya sedang membentuk peta baru jalur energi global—di mana faktor politik kini menjadi penentu utama siapa yang bisa melintas dan siapa yang tidak.
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)