Ntvnews.id, Islamabad - Para Menteri Luar Negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan menggelar pertemuan di Islamabad untuk membahas konflik antara Amerika Serikat dan Iran beserta dampaknya terhadap kawasan Timur Tengah.
Pertemuan yang berlangsung pada waktu setempat itu digelar atas undangan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Dalam forum tersebut, Pakistan juga berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran.
"Para Menteri Luar Negeri selama konsultasi akan meninjau situasi regional yang berkembang dan membahas isu-isu kepentingan bersama," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dilansir dari Al Arabiya, Senin, 30 Maret 2026.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan tiba di Islamabad pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan mendarat pada Minggu siang.
Baca Juga: Menlu Iran: Lebih dari 600 Sekolah Rusak di Tengah Serangan AS-Israel
Selama kunjungan tersebut, Ishaq Dar juga menggelar pembicaraan bilateral terpisah dengan masing-masing mitra yang hadir.
Pemerintah Pakistan kini semakin menonjol sebagai fasilitator utama antara Iran dan Amerika Serikat di tengah konflik yang terus berlangsung. Islamabad berperan menyampaikan pesan di antara kedua negara tersebut.
Pakistan memiliki hubungan historis dengan Teheran serta koneksi erat dengan negara-negara Teluk. Di sisi lain, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Asim Munir juga memiliki hubungan personal dengan Presiden AS Donald Trump.
Meski demikian, Teheran menegaskan tidak ada pembicaraan resmi dengan Washington. Namun, menurut sumber anonim yang dikutip kantor berita Tasnim News Agency, Iran telah menyampaikan respons terhadap proposal 15 poin dari Trump melalui jalur Islamabad.
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj) (Antara)
Pada Sabtu (28/3), Shehbaz Sharif mengungkapkan dirinya telah melakukan percakapan telepon selama lebih dari satu jam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang membahas "upaya diplomatik berkelanjutan" yang dilakukan Pakistan.
Pezeshkian pun menyampaikan apresiasi kepada Islamabad "atas upaya mediasi untuk menghentikan agresi."
Sementara itu, Ishaq Dar pada Sabtu malam menyebut Iran telah memberikan izin tambahan bagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, dengan rata-rata dua kapal per hari.
"Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah membangun kepercayaan seperti itu adalah satu-satunya jalan ke depan," kata Dar di platform X, sambil menandai sejumlah pejabat, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Steve Witkoff, serta Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)