Ntvnews.id, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas gugurnya seorang personel penjaga perdamaian yang bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resminya, Kedubes Iran turut mengecam insiden tersebut dan menilai kejadian itu sebagai dampak langsung dari konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan, "Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat langsung dari agresi berkelanjutan Israel, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat,".
Baca Juga: Kemhan Benarkan 1 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon, 3 Lainnya Terluka
Pihak Kedubes Iran juga menilai bahwa penyerangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa adanya pertanggungjawaban.
Sementara itu, pemerintah Indonesia turut mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya personel Kontingen Garuda tersebut. Pemerintah juga mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Baca Juga: Jenazah Prajurit TNI Korban Serangan di Lebanon Segera Dipulangkan ke Indonesia
Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat serangan artileri yang terjadi di sekitar posisi pasukan UNIFIL asal Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL berdiri di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang bersiap untuk bersandar di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/bar. (Antara)