Fakta Dua Prajurit Indonesia Gugur dalam Ledakan Konvoi UNIFIL di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 11:42
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan dua personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL asal Indonesia meninggal dunia akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan penjaga perdamaian di Lebanon pada Senin, 30 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi di tengah situasi keamanan yang masih tidak stabil di wilayah tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras serangan itu.

Dalam keterangannya di Markas Besar PBB di New York, ia menegaskan, "Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran."

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi hanya sehari setelah insiden lain yang menewaskan satu prajurit Indonesia akibat ledakan proyektil di pangkalan misi Ett Taibe. Dalam peristiwa tersebut, satu personel lainnya mengalami luka berat dan segera dirujuk ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Bertambah Dua,Total 3 Prajurit TNI Tewas di Lebanon

Lacroix menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia. Ia juga berharap para korban luka dapat segera pulih. Selain itu, pihak UNIFIL saat ini tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti dari rangkaian kejadian tragis tersebut.

PBB menegaskan bahwa misi penjaga perdamaian akan tetap berjalan sesuai mandat Dewan Keamanan, meskipun kondisi di lapangan sangat berisiko. Lacroix juga menyerukan agar seluruh pihak menghentikan tindakan yang membahayakan personel penjaga perdamaian serta mematuhi kewajiban internasional demi menjamin keselamatan mereka.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyampaikan bahwa seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026. Tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Indonesia Desak Sidang Darurat PBB Usai Prajurit UNIFIL Gugur

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan para korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Praka Rico yang mengalami kondisi serius bahkan telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan data dari situs resmi UN Peacekeeping, hingga Januari 2026 terdapat 756 personel Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon, menunjukkan kontribusi besar Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

(Sumber: Antara)

x|close