Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia telah memperoleh sumber alternatif untuk impor minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Bahlil menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM), mulai dari solar, bensin, hingga avtur, serta LPG, saat ini berada di atas batas minimum nasional.
"Artinya sekalipun kita tahu ketegangan geopolitik belum tau kapan selesai, dan beberapa negara lain telah ada kebijakan untuk efisiensi. Kita bersyukur atas petunjuk presiden cadangan BBM kita semua di atas standar minimum nasional," tegas Bahlil dalam Konferensi Pers secara daring, Rabu, 31 Maret 2026 malam.
Baca Juga: Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Ia menambahkan, pemerintah menjamin kondisi pasokan energi nasional tetap aman dan terkendali. Langkah pengalihan sumber impor dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Indonesia diketahui mengandalkan sekitar 20 persen impor minyak dan LPG dari kawasan tersebut. Namun kini, pemerintah telah berhasil mendapatkan sumber pengganti sehingga tidak lagi bergantung pada wilayah konflik.
"Ketika ketegangan Timur Tengah, kita mengganti dari middle east. Alhamdulillah sudah dapat, tidak ada keraguan lagu. Kita sudah dapat," tegas Bahlil.
Dengan langkah ini, pemerintah optimistis stabilitas pasokan energi dalam negeri dapat tetap terjaga meski situasi global masih diliputi ketidakpastian.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Istimrwa)