Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah, Peringatkan Krisis Kemanusiaan Memburuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)

Ntvnews.id, Vatikan - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah agar segera menghentikan pertempuran dan kembali membuka jalur dialog.

Dilansir dari Reuters, Rabu, 1 April 2026, seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa serta memburuknya krisis kemanusiaan dalam dua pekan terakhir. Dalam pidatonya usai doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Paus menyoroti penderitaan warga sipil akibat konflik yang terus berlangsung.

"Ribuan orang tidak berdosa telah tewas, dan banyak lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Saya menyampaikan kedekatan dalam doa bagi semua yang kehilangan orang tercinta dalam serangan yang menghantam sekolah, rumah sakit, dan pemukiman warga," ujarnya.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa pendekatan militer tidak akan memberikan solusi jangka panjang bagi kawasan tersebut.

"Hentikan tembakan! Biarkan jalur dialog dibuka kembali! Kekerasan tidak akan pernah membawa keadilan, stabilitas, dan perdamaian yang dinantikan oleh masyarakat," tegas Paus Leo XIV.

Baca Juga: Parlemen Iran Setujui Rencana Tarif Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Kawasan Meningkat

Selain itu, ia juga menyampaikan perhatian khusus terhadap situasi di Lebanon, yang tengah dilanda krisis serius. Paus berharap dialog dapat membantu otoritas setempat menemukan solusi berkelanjutan demi kepentingan seluruh rakyat Lebanon.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Eskalasi tersebut memicu rangkaian konflik lanjutan yang mengguncang stabilitas kawasan.

Paus Leo XIV. <b>(ANTARA)</b> Paus Leo XIV. (ANTARA)

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Penutupan Selat Hormuz oleh Teheran turut memicu lonjakan biaya pengiriman, asuransi maritim, dan harga minyak global.

Di sisi lain, militer Israel memperluas operasi ke Lebanon sejak 2 Maret sebagai respons atas serangan lintas batas oleh Hezbollah. Hingga kini, lebih dari 800 orang dilaporkan tewas dan sekitar 2.000 lainnya mengalami luka-luka di wilayah tersebut.

Paus Leo XIV memperingatkan bahwa tanpa langkah cepat untuk membuka dialog, kawasan Timur Tengah berisiko terjerumus lebih dalam ke dalam spiral kekerasan yang dapat mengancam keselamatan jutaan jiwa.

x|close