Ntvnews.id, Buenos Aires - Seorang remaja berusia 15 tahun melakukan aksi penembakan di sebuah sekolah di Argentina yang menewaskan satu siswa dan melukai delapan lainnya. Insiden ini terjadi di Sekolah Mariano Moreno yang berlokasi di San Cristobal, wilayah tengah negara tersebut.
Pemerintah provinsi Santa Fe menyatakan pelaku telah diamankan setelah kejadian.
Dilansir dari AFP, Rabu, 1 April 2026, penembakan berlangsung saat para siswa tengah bersiap mengikuti upacara pengibaran bendera, kegiatan rutin sebelum pelajaran dimulai.
"Saya naik ke atas, dan tepat ketika saya hendak turun, beberapa siswa melihat seorang anak laki-laki keluar dari kamar mandi dengan pistol dan mulai berteriak," kata Priscila, seorang siswa di sekolah tersebut.
"Dia mulai menembak ke udara dan kami semua lari keluar." tambahnya.
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport di Area Grasberg
Enam siswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat kepanikan saat berusaha menyelamatkan diri, dan seluruhnya kini dalam kondisi aman. Sementara itu, dua siswa lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Regional Rafaela, dengan satu korban dilaporkan dalam kondisi serius namun stabil. Hingga kini, identitas pelaku maupun korban belum diungkap ke publik.
Sekretaris pemerintah San Cristobal, Ramiro Munoz, menyebut senjata yang digunakan pelaku "diyakini sebagai senapan". Pihak sekolah langsung menghentikan kegiatan belajar dan memulangkan para siswa demi keamanan.
Menteri Kehakiman dan Keamanan provinsi, Pablo Cococcioni, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut.
Ilustrasi - Insiden penembakan memakai senjata api. (ANTARA)
"Ini adalah momen yang sangat, sangat menyedihkan dan sangat mengejutkan. Di atas segalanya, kami ingin menyampaikan dukungan kami kepada keluarga Ian, pemuda yang kehilangan nyawanya hari ini," kata Pablo Cococcioni.
Terkait pelaku, ia menjelaskan bahwa remaja tersebut tidak memiliki catatan kriminal dan tidak pernah menimbulkan masalah selama masa sekolahnya.
Namun demikian, ia mengungkap bahwa pelaku "sedang mengalami situasi keluarga pribadi yang sangat kompleks," sehingga pihak berwenang menilai insiden ini tidak berkaitan langsung dengan konflik di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Polri dan TNI Tingkatkan Pengamanan Bandara Korowai Usai Insiden Penembakan
Ia menambahkan: "Sangat sulit untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa ini--terlebih lagi ketika terjadi di lingkungan sekolah. Ini adalah sesuatu yang benar-benar luar biasa, sesuatu yang tidak pernah kami duga."
Peristiwa penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Argentina. Namun, beberapa kasus serupa pernah tercatat, termasuk insiden di Rafael Calzada pada tahun 2000 dan penembakan di Carmen de Patagones pada 2004 yang menewaskan tiga siswa.
Ilustrasi- penembakan (ANTARA News Sumsel/Ist/18) (ANTARA News Sumsel/Ist/18/) (Antara)