Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, usai seruannya agar Israel menghentikan serangan menyusul tewasnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon.
Sa’ar menanggapi unggahan Sanchez di media sosial X yang berisi kecaman terhadap Israel. Ia menilai pernyataan tersebut bersifat sepihak dan tidak mempertimbangkan situasi secara menyeluruh.
"Bahkan saat mengomentari insiden tragis yang masih belum jelas di pangkalan UNIFIL, Sánchez mengambil sikap sepihak dan menghasut terhadap Israel," kata dia.
Ia kemudian menuding kelompok Hizbullah sebagai pihak yang lebih dulu melancarkan serangan terhadap Israel pada 2 Maret. Menurutnya, sejak saat itu milisi tersebut telah menembakkan lebih dari 5.000 rudal, roket, dan drone ke wilayah Israel.
"Sanchez membuktikan dirinya sebagai sekutu pilihan rezim Iran yang kejam dan proksi terornya - Hamas dan Hizbollah. Tak heran mereka memujinya," ungkap dia.
Baca Juga: PBB: Serangan Terhadap UNIFIL Langgar Resolusi DK Nomor 1701
Sebelumnya, Sanchez menyampaikan kecaman atas insiden yang menewaskan prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, serta meminta Israel menghentikan serangan.
"Spanyol mengutuk keras tindakan ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan," kata Sanchez.
Dia lalu berujar, "Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional."
Dalam pernyataannya, Sanchez juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh personel UNIFIL, dan berharap korban luka segera pulih.
Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL bersujud syukur usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korv (Antara)
Selama ini, Spanyol dikenal sebagai salah satu negara yang vokal mengkritik agresi Israel di Palestina dan konflik yang terjadi di kawasan tersebut.
Prajurit TNI yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon. Selain itu, dua personel TNI lainnya yang bertugas dalam misi UNIFIL juga dilaporkan tewas dalam konflik antara Israel dan Hizbullah.
Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Serangan yang Tewaskan Personel UNIFIL, Desak Investigasi Transparan
Hingga kini, pihak UNIFIL belum dapat memastikan asal proyektil yang menyebabkan ledakan tersebut.
Situasi di Lebanon sendiri memanas sejak operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Kelompok Hizbullah yang didukung Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Arsip - Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon, 29 Mei 2025. (Xinhua/Ali Hashisho) (Antara)