Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan segera ditarik dari Iran dalam waktu dekat, menandai berakhirnya rangkaian serangan militer terhadap negara tersebut.
"Yang harus saya lakukan hanya meninggalkan Iran, dan kami akan segera melakukannya," kata Trump kepada wartawan pada Selasa, 31 Maret 2026.
"Kami akan segera pergi," katanya, seraya menambahkan hal itu akan terjadi dalam "mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu."
Trump juga menyinggung soal keamanan jalur energi global, khususnya di Selat Hormuz, dengan menyatakan bahwa negara lain dapat menjaga kepentingannya sendiri di kawasan tersebut.
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat (Hormuz). Mereka akan mampu membela diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, tetapi kami tak ada hubungannya dengan itu," katanya.
Sejak 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Berdasarkan laporan pemerintah Iran, serangan tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa.
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)
Baca Juga: Kapal Induk Ketiga AS Meluncur ke Timur Tengah, Perkuat Tekanan Militer ke Iran
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah lokasi di negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Menurut data resmi dari pihak AS, setidaknya 13 prajurit mereka tewas sejak konflik berlangsung. Ketegangan ini juga berdampak pada lonjakan harga energi global serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
Trump Klaim Tujuan Tercapai dan Perubahan Rezim
Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim bahwa tujuan utama AS untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir telah berhasil dicapai.
"Mereka tak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai," katanya.
Ia juga menyebut bahwa serangan militer yang dilakukan telah secara signifikan melemahkan kekuatan Iran.
Serangan AS sangat melemahkan kemampuan militer Iran, kata Trump, seraya menambahkan bahwa Iran memerlukan '15 hingga 20 tahun" untuk membangun lagi kekuatannya.
"Jika mereka datang ke meja perundingan, itu bagus. Tetapi tak masalah mereka datang atau tidak, kami telah membuat mereka mundur," ujarnya.
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Baca Juga: Trump Tawarkan BBM ke Sekutu di Tengah Krisis Hormuz, Sindir Negara yang Enggan Dukung AS
Selain itu, Trump mengklaim telah terjadi perubahan kepemimpinan di Iran menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei.
"Kami telah menjatuhkan satu rezim, lalu menjatuhkan rezim kedua. Sekarang ada kelompok yang sangat berbeda," katanya. "Menurut saya, mereka jauh lebih moderat."
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri. (Antara)