Israel Buka Suara Soal Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 09:05
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Kor Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Kor (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Israel angkat bicara terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Dalam pernyataannya, pihak militer Israel menegaskan bahwa penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan menyeluruh.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3).

Israel juga menekankan bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayah yang masih menjadi zona pertempuran aktif, sehingga berbagai kemungkinan penyebab masih terbuka.

"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," imbuh unggahan militer Israel tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Bijak Isi BBM, Pemakaian Wajar sampai Tangki Penuh

Lebih lanjut, Israel meminta publik internasional untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa serangan tersebut berasal dari militernya.

"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," katanya, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).

Peristiwa ini menyebabkan total tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon meninggal dunia. Dua di antaranya gugur setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, sebagaimana disampaikan oleh PBB.

Sementara itu, satu prajurit lainnya dilaporkan meninggal lebih dulu pada Minggu (29/03), akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Baca Juga: 24 Tahun di Korea, WNI Ungkap Kekaguman Kepemimpinan Prabowo: Mengayomi Diaspora

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa dua prajurit gugur saat menjalankan tugas pengawalan kendaraan UNIFIL menuju lokasi tertentu. Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami ledakan.

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit," kata Aulia dilansir Antara.

Selain korban jiwa, dua prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Mereka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan yang menghantam kendaraan tersebut masih belum diketahui. Pihak TNI menyatakan akan menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL guna memastikan kronologi dan faktor penyebab kejadian tersebut secara jelas.

x|close