A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Di Biak Papua, Kampung Nelayan Tingkatkan Tangkapan Ikan hingga 2 Kali Lipat - Ntvnews.id

Di Biak Papua, Kampung Nelayan Tingkatkan Tangkapan Ikan hingga 2 Kali Lipat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 23:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Nelayan di Pantai Baru dan Pantai Kuwaru, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), begitu antusias menanti rampungnya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Nelayan di Pantai Baru dan Pantai Kuwaru, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), begitu antusias menanti rampungnya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto berdampak signifikan pada produktivitas nelayan. Hal ini tampak di lokasi modeling KNMP Samber Binyeri, Biak, Papua.

Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan keberadaan KNMP di kampung itu meningkatkan produktivitas nelayan hingga dua kali lipat. Yakni, meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton tangkapan ikan.

Peningkatan juga terjadi untuk jumlah hari melaut, dari 9 hari menjadi 13 hari atau naik 44 persen.

“Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dan hari kerja untuk melaut lebih sering dan lebih produktif,” kata Qodari dalam konferensi pers yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Kantor KSP, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Alhasil, kata dia, peningkatan produktivitas ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan. Pendapatan nelayan di Samber Binyeri naik dari Rp4,35 juta menjadi Rp7,73 juta per bulan, atau naik 75 persen.

“Ini terjadi karena produktivitas meningkat dan harga ikan menjadi lebih baik berkat kualitas yang terjaga dan akses pasar lebih luas,” kata Qodari.

Dia berharap keberhasilan KNMP di Biak ini bisa menjadi benchmark untuk KNMP di daerah-daerah lain. Paling tidak, keberadaan KNMP mampu meningkatkan produktivitas perikanan antara 100 persen hingga 200 persen pada setiap lokasi KNMP yang sudah beroperasi secara penuh.

Di lapangan, para nelayan merasakan langsung manfaat dari kehadiran fasilitas modern yang dibangun melalui program ini.

“Kehadiran fasilitas modern seperti pabrik es, gudang beku (cold storage), dan dermaga yang terintegrasi sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas kesegaran ikan hasil tangkapan serta mempermudah proses distribusi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota,” kata Abraham Sen, nelayan setempat.

Hal senada disampaikan Artisan, nelayan lainnya. Menurut dia, program KNMP membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat pesisir dimana peningkatan pendapatan naik menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.

“Program ini memberikan dampak nyata terhadap taraf hidup masyarakat pesisir, yang dibuktikan dengan kenaikan pendapatan bulanan nelayan hingga dua kali lipat dibandingkan saat masih menggunakan sarana tradisional, sehingga mampu menjamin stabilitas ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program KNMP diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27.000 orang. Terdiri atas 20.000 orang tenaga kerja non-permanen (konstruksi) dan 7.000 orang tenaga kerja permanen (penempatan di cold storage, mobil pengangkut, pabrik es, galangan kapal, tambatan kapal, kios perbekalan, SPBN, sentra kuliner, dan pengurus koperasi serta nelayan).

Program KNMP sudah memasuki tahap kedua pembangunan. Pada tahap pertama yang dimulai pada September 2025, telah terbangun 65 KNMP di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunannya mencapai 99,23 persen.

Pada tahap kedua yang dimulai pada Desember 2025, pembangunan KNMP dilakukan di 35 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kotq di 17 provinsi. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunannya mencapai 16,68 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Tahun 2026, Pemerintah menargetkan lonjakan besar pembangunan sebanyak 1.000 KNMP.

x|close