BPOM Perkuat Regulasi dan Kolaborasi Global Lewat Kunjungan Kerja ke Singapura

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 14:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat (24/6/2026) memperkuat regulasi dan kolaborasi kerja sama internasional melalui kunjungan kerja ke Singapura guna mendukung inovasi kesehatan dalam negeri.  ANTARA/HO-Humas BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat (24/6/2026) memperkuat regulasi dan kolaborasi kerja sama internasional melalui kunjungan kerja ke Singapura guna mendukung inovasi kesehatan dalam negeri. ANTARA/HO-Humas BPOM (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat regulasi serta menjalin kolaborasi internasional melalui kunjungan kerja ke Singapura guna mendukung inovasi kesehatan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan posisi Indonesia sebagai otoritas regulasi yang diakui secara global.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kunjungan tersebut sejalan dengan capaian Indonesia sebagai WHO-Listed Authority (WLA) pada Desember 2025. Status ini menegaskan pentingnya penguatan sistem regulasi berbasis sains serta kolaborasi lintas negara untuk mendukung pengembangan sektor kesehatan.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, BPOM menggelar pertemuan dengan sejumlah institusi strategis, seperti Agency for Science, Technology and Research, Singapore General Hospital, serta Duke-NUS Centre of Regulatory Excellence. Selain itu, Taruna Ikrar juga menjadi narasumber dalam kuliah umum Global Health Public Lecture di National University of Singapore.

Dalam forum tersebut, ia memaparkan materi bertajuk penguatan posisi Indonesia sebagai otoritas global tepercaya melalui status WLA. Ia menekankan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan sistem regulasi yang berbasis bukti ilmiah serta kemitraan global yang berkelanjutan.

Baca Juga: BPOM Perkuat Kolaborasi Global Lewat Kunjungan Strategis ke Singapura

Dalam pertemuan dengan Executive Director CoRE Duke-NUS, Lim Chien Wei John, dibahas pula penguatan kerja sama dalam pengembangan kapasitas regulasi, termasuk dukungan terhadap sistem regulasi vaksin.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali kemitraan yang telah terjalin serta menyelaraskan prioritas strategis ke depan,” kata Taruna.

Selanjutnya, BPOM juga mengunjungi A*STAR untuk membahas pengembangan riset dan inovasi, khususnya pada bidang Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP). BPOM sendiri telah menyiapkan kerangka regulasi melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 serta mengoptimalkan mekanisme investigational new drug (IND) guna mempercepat pengembangan obat inovatif.

Baca Juga: BPOM Terbitkan Aturan Baru Farmakovigilans, Perkuat Pengawasan Obat

Melalui kunjungan bilateral ini, BPOM menegaskan komitmennya dalam membangun sistem regulasi yang adaptif, transparan, dan berbasis sains. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Singapura diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

(Sumber: Antara)

x|close